Minggu, 14 Juli 2019

Alasan Ketidaksiapan Sistem, Harga Tiket Lion Air Masih Belum Diskon

Jakarta – Meski pemerintah sudah mengimbau agar sejumlah maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) menurunkan harga tiket pesawatnya sebesar 50% dari Tarif Batas Atas sejak Kamis (11/7) lalu, rupanya Lion Air justru mengaku belum bisa menerapkannya karena alasan ketidaksiapan sistem.



Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono mengungkapkan bahwa Lion Air meminta tenggat waktu sampai pekan depan untuk menyiapkan sistem reservasi tiket murah pada 146 penerbangan. “Terkait dengan pelaksanaan kebijakan (diskon) ini yang dimulai kemarin terus terang masih belum berjalan ideal di dalam pelaksanaannya,” ujar Susiwijono di Jakarta, Jumat (12/7), seperti dilansir CNNIndonesia.

Karena masih menyiapkan sistem reservasi, tak heran jika sampai saat ini harga tiket pesawat Lion Air masih mengacu pada harga normal. Akan tetapi Lion Air telah berjanji untuk merampungkan sistem reservasi secepatnya. “Mereka minta kami. Janji ke kami, nanti hari Kamis depan mereka akan mulai menyesuaikan sistemnya dengan mengakomodasi kebijakan yang terbaru ini,” bebernya.

Berbeda dengan Lion Air, Citilink justru menjadi maskapai yang paling siap menerapkan diskon tiket pada happy hour tersebut. Adapun jumlah penerbangan yang didiskon lebih sedikit dari total 62 penerbangan yang memperoleh potongan harga. Pasalnya kursi penerbangan lainnya telah habis karena rata-rata pemesanan tiket telah dilakukan sejak sebulan sebelumnya. “Banyak sekali penerbangan yang sudah penuh. Terutama minggu ini kan minggu akhir liburan sekolah,” beber Susiwijono.

Kebijakan penurunan tiket pesawat disebut masih belum berjalan ideal karena masalah sistem reservasi tiket. Lion Air masih memetakan sistem reservasi tiket yang tepat, sedangkan Citilink menerapkan pola sub kelas dengan menempatkan kode khusus untuk tiket murah, yaitu BCLN. Kode tersebut memungkinkan penumpang tercepat memperoleh potongan harga sampai alokasi kursi terpenuhi. “Sistem yang ada sekarang first come, first served. Yang terisi duluan kalau mau ya cepet-cepetan,” katanya.

Susiwijono juga menuturkan bahwa pemerintah akan mengevaluasi efektivitas kebijakan diskon tersebut bulan depan. Dalam evaluasi itu juga akan dibahas kemungkinan pemberian diskon untuk rute yang tidak ada pada periode happy hour. “Kami akan lihat apakah kebijakan ini efektif mendorong peningkatan industri penerbangan, jumlah penumpang dan sebagainya apakah memerlukan kebijakan yang lain,” pungkasnya.