Jumat, 21 Juni 2019

Terimbas Tiket Pesawat Mahal, Okupansi Hotel di Area Bandara Juanda Ikut Turun

Sidoarjo – Pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2019 beberapa waktu lalu rupanya terjadi penurunan tingkat keterisian atau okupansi kamar hotel. Hal ini terjadi akibat tingginya harga tiket pesawat untuk rute domestik. Bahkan pihak pengelola hotel mengatakan jika okupansinya menurun sekitar 12% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 lalu.

“Target okupansi pada tahun 2019 yaitu 83%. Namun mulai Januari hingga pertengahan Juni hanya mencapai 71% saja. Padahal pada tahun lalu, akhir Mei 2018 sudah mencapai 76%,” kata Manager Hotel Ibis Budget Bandara Juanda, Kuswatun Solihin, Rabu (19/6), seperti dilansir Sindonews.

Alhasil beberapa pengelola hotel di area Bandara Internasional Juanda Surabaya pun saat ini mulai menyiapkan promo menarik menjelang musim libur sekolah. Langkah tersebut dilakukan menyusul turunnya tingkat okupansi hotel di area Bandara Juanda ketika arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah karena melambungnya harga tiket pesawat.

Pihak pengelola Ibis Airport Hotel Bandara Juanda misalnya, saat ini sedang menawarkan promo menarik jelang libur sekolah, di antaranya memberikan rate atau harga khusus untuk rombongan pelajar sekolah yang hendak menginap di Ibis Airport Hotel Bandara Juanda. Selain itu, pihak hotel juga akan menawarkan sarana hiburan tambahan seperti ruang karaoke dan cafe 24 jam yang dapat digunakan sebagai tempat nongkrong.

Bahkan ada pula menu makanan dan minuman spesial untuk menggenjot okupansi hotel, terutama pasca libur Lebaran. “Kami akan berikan harga spesial untuk rombongan pelajar sekolah yg menginap dgn sarana hiburan yg tidak menjenuhkan,” papar Kuswatun.

Sebagai informasi, di bandara-bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP) I, selama periode Januari-Mei 2019 terjadi penurunan penumpang hingga 20%. “Jumlah penumpang Angkasa Pura I sepanjang Januari-Mei turun 20% baik domestik maupun internasional. Angkasa Pura I ini tertolong traffic Bandara Ngurah Rai Bali, kalau tidak turunnya bisa 28%. Demikian Angkasa Pura II juga kondisinya sama,” beber Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.