Selasa, 11 Juni 2019

Penumpang Arus Balik Lebaran di Bandara Juanda Cenderung Turun

SURABAYA – Tidak hanya jumlah pemudik yang mengalami penurunan di Bandara Internasional Juanda, penumpang pada masa arus balik Lebaran 2019 juga terlihat melorot drastis. Hingga H+3, jumlah penumpang yang bepergian melalui bandara di kawasan Kabupaten Sidoarjo tersebut mengalami penurunan hingga 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Jumlah penumpang di Bandara Juanda, baik yang berangkat maupun yang datang, pada hari Minggu (9/6) kemarin hanya mencapai 63.305 penumpang,” papar Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Yuristo Ardhi Hanggoro, dilansir Bisnis. “Jumlah tersebut turun jika dibandingkan H+3 Lebaran tahun lalu yang jumlahnya mencapai 69.478 penumpang.”

Ia melanjutkan, penurunan jumlah penumpang tersebut sejalan dengan penurunan jumlah pesawat yang beroperasi, yakni hanya mencapai 422 penerbangan atau turun 10 persen dibandingkan H+3 Lebaran 2018 yang mencapai 468 penerbangan. Namun, ada peningkatan layanan kargo sebesar 3 persen dari 103.417 kg tahun lalu menjadi 106.977 kg pada tahun ini.

“Sebelumnya, pada H+2 Lebaran atau hari Sabtu (8/6) kemarin, jumlah penumpang arus balik mengalami penurunan sebesar 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu dari 63.495 orang turun menjadi 55.071 orang,” sambung Yuristo. “Pergerakan pesawat juga menurun 18 persen, dari 467 penerbangan tahun lalu menjadi 381 penerbangan di tahun ini.”

Meski jumlah penumpang arus balik cenderung menurun, namun PT Angkasa Pura I tetap menyediakan fasilitas untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Fasilitas yang disediakan antara lain layanan check-in mandiri (self check-in) bagi penumpang tanpa bagasi, flab barrier agar tidak ada antrean saat check-in dan boarding pass, serta tambahan ruang tunggu penumpang di area penerbangan umrah.

“Selain itu, kami juga menyiapkan transportasi bus Damri sebanyak 25 armada, dengan rincian 10 bus tujuan Bungurasih, 10 bus tujuan Gresik, dan 3 bus tujuan Perak,” tambah Yuristo. “Sementara, terkait pengamanan, kami bekerja sama tidak hanya dengan Polri dan TNI, tetapi juga dengan instansi kebandaraudaraan, BMKG, AIRNAV, Bea Cukai, imigrasi, karantina, dan otband.”