Sabtu, 29 Juni 2019

AP I Tunjuk Waskita Karya Garap Proyek Pengembangan Bandara Juanda

Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali memenangkan tender untuk mengerjakan proyek baru berupa pengembangan Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total nilai proyek keseluruhan yang mencapai angka Rp 685,5 miliar.

Presiden Direktur PT Waskita Karya (Persero) Tbk., I Gusti Ngurah Putra mengungkapkan bahwa detail lingkup proyek itu meliputi pembangunan terminal baru seluas 30.000 meter persegi yang terletak di sebelah utara Terminal 1 eksisting. Lalu, Waskita Karya juga akan melakukan renovasi terminal eksisting seluas 60.000 m2, termasuk perluasan koridor airside serta perluasan lahan parkir dan beautifikasi toll gate.

“Proyek ini digarap sendiri oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dengan dibantu oleh beberapa subkontraktor spesialis seperti Konstruksi Baja, Plafond Metal, Baggage Handling System, Travelator, dan Elektronika Bandara,” kata Gusti di Jakarta, Rabu (28/6), seperti dilansir Bisnis.

Proses tender sendiri dilakukan secara terbatas, di mana hanya pihak kontraktor yang terdaftar di dalam VMS PT Angkasa Pura (AP) I dan telah memenuhi kualifikasi yang diundang. Adapun pelaksanaan proyek ditargetkan selesai dalam 12 bulan. “’Jika pelaksanaan pekerjaan dimulai Juli 2019, maka ditargetkan selesai pada Juni 2020,” papar Gusti.

Rencana proyek perluasan Terminal 1 Bandara Juanda sendiri dilakukan agar nantinya dapat difungsikan khusus sebagai Terminal Umrah. Dengan demikian, perluasan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menyediakan fasilitas pada para jemaah supaya lebih nyaman sekaligus untuk menambah kapasitas jumlah penumpang yang telah mencapai 15 juta orang per tahun.

Sementara itu, renovasi Terminal 1 Bandara Juanda dilakukan guna mengumpulkan Terminal Keberangkatan di sisi kiri dan terminal kedatangan di sisi kanan, sekaligus meremajakan tampilan interior. Renovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengguna jasa bandara, sehingga diharapkan ke depannya dapat mengantisipasi proyeksi peningkatan jumlah penumpang di tahun mendatang. “Selama proses renovasi, operasional bandara tetap bisa berjalan seperti biasa,” tutup Gusti.