Minggu, 09 Juni 2019

Ada Balon Udara Liar, AirNav Alihkan Rute Penerbangan Jakarta-Surabaya

Jakarta – Rute penerbangan Jakarta menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya rupanya terpaksa dialihkan ke arah utara Laut Jawa oleh pihak Airnav Indonesia selaku pengelola navigasi penerbangan nasional. Langkah ini disetujui oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena adanya penerbangan balon udara liar oleh masyarakat yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.



“Kami menyetujui pengalihan penerbangan rute Jakarta - Surabaya dengan melewati airways W-18 -ABILO -RUPKA- SBY, atau apabila diperlukan W-18 -ABILO -RUPKA- KOLOT -SBY. Di lintasan tersebut dilaporkan aman dari adanya balon udara yang berukuran besar, sehingga keselamatan penerbangan lebih terjamin dibanding melewati lintasan di sisi utara Pulau Jawa,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti, Sabtu (8/6), seperti dilansir Beritasatu.

Lebih lanjut Polana menuturkan bahwa pengalihan lintasan rute penerbangan Jakarta-Surabaya ini telah dilakukan melalui kajian yang matang dan koordinasi yang baik antara Kantor Airnav Cabang JATSC, MATSC, dan Surabaya.

“Kami mohon maaf kepada penumpang dan maskapai karena waktu perjalanan sedikit lebih lama. Namun, ini harus kami lakukan demi keselamatan penerbangan. Dalam dunia penerbangan, keselamatan adalah hal yang utama yang harus dipatuhi dan dijalankan oleh semua pihak baik regulator, operator dan masyarakat,” jelas Polana.

Meski demikian, Polana menegaskan jika pengalihan lintasan rute penerbangan ini sifatnya hanya sementara hingga lintasan penerbangan yang biasa digunakan kembali dinyatakan dalam kondisi aman dan terbebas dari bahaya balon udara berukuran besar. “Semoga saja dalam waktu tidak terlalu lama semua bisa kembali normal seperti biasa,” ungkap Polana.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto menambahkan jika pihaknya terpaksa mengalihkan rute penerbangan setelah banyaknya laporan dari pilot yang bertemu balon udara di ketinggian terbang pesawat. “Memang, laporan pilot dari hari pertama Lebaran sampai saat ini terus menurun. Namun dengan alasan keselamatan, kami mengalihkan rute. Memang bagi maskapai dan penumpang ini merugikan karena jarak tempuh lebih jauh dan bahan bakar tentu lebih boros,” ucap Novie.

Oleh sebab itu, AirNav pun mendukung langkah pemerintah agar menindak tegas para pelaku yang menerbangkan balon udara secara liar. “Kami akan dukung langkah pemerintah ini, sebab kita juga sudah buat festival dan sosialisasi yang masif. Jadi kalau masih ada yang melanggar, ya memang sebaiknya diproses hukum. Bila diperlukan kami akan berikan data-data yang kami miliki,” tutupnya.