Rabu, 10 April 2019

TNI AL Lanudal Juanda Bakal Gelar Latihan Gabungan Anti-Teror di Terminal 2 Bandara Juanda

Sidoarjo – TNI AL Lanudal Juanda akan mengadakan latihan operasi gabungan anti teror di Terminal 2 (T2) Bandara Internasional Juanda pada tanggal 15 April 2019 mendatang. Latihan gabungan ini akan melibatkan 269 personel untuk langkah antisipasi menghadapi situasi darurat menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

“Selain itu latihan ini juga melatih personil kita khususnya Lanudal Juanda. Untuk dapat mengamankan obyek vital nasional yaitu Bandara Juanda yang mana pengamanannya berada langsung di bawah Lanudal Juanda,” kata Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana, Selasa (9/4) setelah membuka Upacara Pembukaan Latihan Pertahanan Pangkalan Udara TNI AL Juanda, seperti dilansir Tribunnews.

“Ada sekitar 269 personil yang akan terlibat dalam latihan gabungan tersebut. Dan dari berbagai elemen seperti Satgaspam, Kopaska, dan Marinir,” jelasnya. Latihan gabungan tersebut bukan hanya terkait penanggulangan anti teror saja. “Namun juga ada beberapa materi simulasi. Seperti menanggulangi massa yang membuat rusuh situasi bandara, penanganan penyanderaan, penanganan bom, dan penanggulangan kebakaran,” imbuhnya.

Komandan Lanudal Juanda pun mengimbau masyarakat supaya tidak panik selama berjalannya latihan gabungan anti teror di Bandara Juanda. “Kita mengimbau agar masyarakat tidak panik selama pelaksanaan simulasi latihan gabungan anti teror. Yang rencana akan digelar di Terminal T2 Bandara Internasional Juanda,” paparnya.

Pasalnya, saat simulasi latihan anti teror tahun lalu rupanya banyak masyarakat pengguna jasa Bandara Juanda yang terkejut dengan keramaian serta aksi saat tentara dan beberapa orang ditangkap. “Dan ketika itu banyak media yang langsung menanyakan ke saya, ada peristiwa apa di Bandara Juanda. Langsung saya jelaskan saat itu, keramaian tersebut hanya latihan antiteror,” ungkapnya.

Adapun latihan gabungan ini dilakukan lantaran Bandara Juanda adalah sarana objek vital nasional. “Kita tak pernah tahu situasi ke depan bagaimana. Apalagi saat ini menjelang Pemilu 2019 nanti. Pemilu lima tahunan atau Pemilu presiden bisa saja muncul dan terjadi hal yang tak kondusif,” ujarnya.