Minggu, 28 April 2019

Tak Hanya Wings Air, Susi Air Juga Layani Penerbangan Perintis ke Sumenep & Surabaya

Sumenep – Maskapai Susi Air kembali bergabung melayani penerbangan di Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep. Seperti diketahui, sebelumnya hanya Wings Air yang beroperasi di bandar udara yang terletak di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep tersebut.



Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyanto menjelaskan bahwa Susi Air resmi bergabung di Bandara Trunojoyo sejak Kamis (18/4) lalu. Pesawat perintis yang memiliki kapasitas 12 orang penumpang ini kembali melayani penerbangan kedua untuk rute Sumenep-Bawean pada Rabu (24/4) lalu.

Kontak Susi Air sendiri dengan Bandara Trunojo sendiri bukan hanya untuk melayani penerbangan rute Sumenep ke Pulau Bawean saja, tetapi juga dari Bawean ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya dan rute Surabaya-Karimunjawa. Oleh sebab itu jadwal penerbangan pesawat perintis ini masih dilakukan dalam sepekan sekali.

Sementara itu, pesawat Wings Air dengan kapasitas 72 seat atau tempat duduk telah melayani penerbangan di Bandara Trunojoyo dari pertengahan tahun 2018 lalu. Tadinya maskapai yang masih berada dalam pengelolaan Lion Air Group tersebut hanya memiliki jadwal penerbangan 4 kali dalam seminggu. Tetapi sejak bulan Maret 2019, pesawat komersial Wings Air beroperasi dengan jadwal penerbangan setiap hari.

Indra juga mengaku jika saat ini telah melakukan upaya untuk menambah penerbangan di Bandara Trunojoyo, salah satunya dengan menjalin komunikasi dengan sejumlah maskapai penerbangan. “Sementara saat ini penambahan penerbangan ke Sumenep masih dua maskapai,” jelas Indra.

Ia juga mengharapkan jumlah maskapai yang melayani penerbangan dari Bandara Trunojoyo bisa terus bertambah. Hal ini dapat terwujud apabila jumlah pengguna jasa transportasi udara pun mengalami peningkatan. “Kami masih mencoba meningkatkan supaya penumpang ini naik. Bagaimana mau masukkan pesawat satu lagi kalau satu saja tidak pernah penuh,” bebernya.

Apabila dilihat dari sisi bisnis, pesawat komersial biasanya akan datang ke suatu daerah jika mempunyai potensi penumpang yang bagus. Oleh sebab itu, rencananya pihak Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo akan terus mencoba mengajak maskapai lainnya untuk turut bergabung. Sebelumnya Indra juga pernah berkomunikasi dengan Nam Air. Jika bersedia, kemungkinan Nam Air akan membuka rute penerbangan Sumenep-Banjarmasin atau Sumenep Surabaya dan Surabaya-Banjarmasin. “Mereka (Nam Air) masih mengkaji itu. Sudah kami tawarkan pada maskapai yang lain,” ucapnya.