Sabtu, 13 April 2019

Kunjungi TPI Bandara Juanda, Kakanimsus Pastikan Layanan Imigrasi Tetap Prima

Sidoarjo – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Barlian melakukan kunjungan ke Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Juanda, pada Minggu (7/4). Dalam kunjungan tersebut, Kakanim Surabaya didampingi Kepala Seksi Unit III Yudhistira Yuda melakukan pengecekan Server Enhance Cekal System (ECS) yang sebelumnya sempat bermasalah sekaligus melakukan penguatan pada petugas imigrasi melalui apel. Kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 11.00 sampai jam 15.00 WIB.

“Meskipun terdapat perangkat yang bermasalah, kinerja pada bidang TPI harus tetap maksimal tidak boleh terganggu,” ujar Barlian ketika apel, seperti dilansir Siaga Indonesia. Lebih lanjut Barlian menjelaskan jika server ECS pada Border Control Management (BCM) sempat mengalami masalah beberapa jam sebelumnya karena kapasitas Drive D dan Drive F yang penuh pada server TPI.

“Namun kendala tersebut tidak berlangsung lama karena koordinasi antara Petugas IT dan Tim Sigma Pusat sehingga server ECS dapat pulih kembali dan berjalan sebagaimana mestinya dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Dalam rangkaian kegiatannya ini Barlian pun sempat melakukan pemantauan di counter kedatangan penumpang, khususnya di counter Limited Stay Permit. Barlian pun berpesan pada petugas Imigrasi agar dalam hal kedatangan, khususnya apabila terdapat difabel supaya diberikan perhatian khusus agar mereka bisa terlayani dengan lebih baik. “Kepada penumpang difabel, seperti penumpang yang menggunakan kursi roda, agar lebih baik juga untuk dibantu mendorong dan mengarahkan,” ungkap Barlian.

Sebagai informasi tambahan, Bidang TPI Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya telah mencatat keberhasilan pada triwulan pertama tahun 2019 dengan melakukan penundaan keberangkatan terhadap 137 warga negara Indonesia (WNI) yang akan berangkat ke luar negeri. Adapun 137 WNI tersebut dicurigai sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural. “Selain itu, juga menorehkan keberhasilan dengan melakukan penolakan kedatangan terhadap 43 orang asing,” tutup Barlian.