Kamis, 04 April 2019

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Jawa Timur Sepanjang Februari 2019 Naik 23,48%

Surabaya – Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda pada Februari 2019 mencapai 17.561 kunjungan. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 23,48% dibanding kunjungan wisman pada bulan sebelumnya yang hanya sebesar 14.222 kunjungan.

“Tapi dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2018, jumlah wisman yang datang ke Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 10,50 persen. Februari tahun lalu kunjungan wisman mencapai 19.621 kunjungan,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim, Satriyo Wibowo, Rabu (3/4), seperti dilansir Republika.

Lebih lanjut Satriyo mengungkapkan, 10 negara asal wisman yang mendominasi kunjungan wisata ke Jatim sepanjang Februari 2019 antara lain adalah turis dari Malaysia, Singapura, Cina, Taiwan, India, Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Hong Kong. Wisman dari 10 negara tersebut mencapai 74,38% dari keseluruhan jumlah wisman yang datang ke Jatim selama periode Februari 2019.

Adapun wisman Malaysia menduduki peringkat teratas dengan kontribusi mencapai 30,68%. Disusul wisman asal Singapura mencapai 10,66%, dan juga wisman asal China sebanyak 10,50%. Dibandingkan Januari lalu, kunjungan wisman dari 10 negara utama pada Februari 2019 meningkat dari 9.400 kunjungan menjadi 13.061 kunjungan, atau naik sebesar 38,95%.

Kemudian wisman asal Thailand juga dilaporkan mengalami kenaikan tertinggi dibanding bulan Januari, yakni naik 64,94% dari 271 menjadi 447 kunjungan. Sebaliknya, wisman dari Korea Selatan menjadi satu-satunya yang menurun sepanjang Februari, dari 495 kunjungan menjadi 371 kunjung, atau turun 25,05%.

Secara kumulatif, pada Januari-Februari 2019, jumlah wisman mengalami penurunan 22,77% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 41.153 kunjungan menjadi 31.783 kunjungan. “Kunjungan wisman berkebangsaan Malaysia tetap yang terbanyak pada Januari-Februari 2019 sebanyak 9.751 kunjungan. Disusul dari Singapura sebesar 3.387 kunjungan, dan Cina sebanyak 3.336 kunjungan,” ucapnya.

Di sisi lain, jumlah penumpang pesawat untuk rute domestik di sejumlah bandara kelolaan PT Angkasa Pura (AP) I dilaporkan mengalami penurunan. Bukan hanya faktor tarif tiket pesawat yang mahal, tetapi karena tren awal tahun yang merupakan masa sepi penumpang (low season). Peningkatan aktivitas liburan biasanya baru terjadi pada Mei yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. “Kemudian, libur anak sekolah akan meningkatkan jumlah pengguna angkutan udara,” tutur Sekretaris Perusahaan AP I Handy Heryudhitiawan.