Sabtu, 06 April 2019

Jumlah Penumpang Pesawat Domestik di Bandara Juanda Turun 8,4%

Jakarta – Industri penerbangan di Indonesia rupanya sedang mengalami kelesuan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada Februari 2019 jumlah penumpang pesawat untuk rute domestik ternyata turun cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan jumlah pada bulan sebelumnya, penumpang pesawat domestik rupanya turun 15,46% atau setara dengan 1 juta orang.

“Jumlah penumpang Februari 5,6 juta orang. Turun jauh dibanding Januari yang mencapai 6,6 juta orang,” kata Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (1/4), seperti dilansir Tempo.

Lebih lanjut Suhariyanto menjelaskan jika terdapat sejumlah faktor yang mengakibatkan jumlah penumpang pesawat domestik anjlok sepanjang bulan Februari 2019 lalu. Yang pertama karena adanya kenaikan harga tiket pesawat rute domestik. “Persoalan harga tiket dan itu terlihat dari berbagai platform,” kata Suhariyanto.

Selain itu karena Februari termasuk bulan yang waktunya pendek, hanya 28 hari. Terlebih karena Februari sudah memasuk masa sepi penumpang atau low season. Rata-rata masyarakat telah menghabiskan waktu liburan mereka pada akhir tahun 2018 atau awal tahun di bulan Januari 2019. “Karena memang waktunya tidak sepanjang Januari, jadi cukup terasa penurunannya,” papar Suhariyanto.

BPS juga melaporkan, penurunan jumlah penumpang pesawat domestik tertinggi berlangsung di Bandara Kualanamu Medan. Di bandara tersebut jumlah penumpang merosot hingga 29,17% dibanding bulan sebelumnya. Kemudian disusul penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang turun 23,76%.

Penurunan penumpang dalam negeri yang cukup signifikan juga berlangsung di Bandara Hasanuddin Makassar sebesar 19,11%, selanjutnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai sebesar 16,73%, dan yang terakhir di Bandara Internasional Juanda sebesar 8,40% dibanding penumpang pada bulan Januari 2019. “Namun untuk penerbangan internasional tidak terlalu terasa, karena hanya turun dari 1,5 juta menjadi 1,4 juta kunjungan,” imbuh Suhariyanto.

Menurut BPS, penurunan penumpang juga terjadi dalam perhitungan kumulatif tahunan atau year on year. Dibanding periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang angkutan udara mengalami penurunan sebesar 18,51%.