Jumat, 26 April 2019

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal Jelang Mudik, Ini Langkah Intervensi Kemenhub

Jakarta – Hingga menjelang mudik Lebaran 2019, harga tiket pesawat ke sejumlah rute domestik rupanya masih terpantau tinggi. Untuk periode musim mudik, tiket pesawat Jakarta-Surabaya rata-rata dibanderol dengan harga di atas Rp 1 jutaan. Padahal untuk mudik tahun lalu harga tiketnya di bawah harga tersebut.

“Saya tahu harga tiket [pesawat] sedang mahal, makanya ini mulai lihat-lihat. Sepertinya harus mulai menyisihkan uang dari sekarang ini kalau mau pulang,” kata salah satu calon penumpang bernama Inda di Jakarta Pusat, seperti dilansir Tirto.

Berdasarkan penelusuran harga tiket pesawat di Traveloka misalnya, tiket pesawat rute Jakarta-Surabaya untuk sekali terbang pada tanggal 31 Mei 2019 atau seminggu sebelum Lebaran dibanderol dengan harga Rp 1,3 jutaan untuk maskapai low cost carrier (LCC). Menariknya, tarif tiket pesawat LCC tersebut hanya terpaut sedikit dengan tarif maskapai full service seperti Batik Air atau medium service seperti Sriwijaya Air yang mematok harga Rp 1,4 jutaan untuk rute yang sama.

Atas kondisi ini, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya telah menetapkan aturan baru mengenai tarif batas bawah dan tarif batas atas. Namun peraturan baru itu dinilai kurang efektif karena pemerintah justru menaikkan tarif batas bawah sebesar 5% dari aturan lama, sehingga hal ini malah memberikan ruang bagi para maskapai menaikkan tarifnya meski tarif batas atas masih sama seperti sebelumnya.

Tak hanya tiket pesawat rute Jakarta-Surabaya saja, rute Balikpapan-Surabaya yang sebelumnya hanya sekitar Rp 500-600 ribu kini sudah lebih dari Rp 1 juta. Apalagi jika kelak memasuki musim mudik maka kemungkinan harga tiket pesawat akan dipatok lebih mahal lagi.

Oleh sebab itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta bantuan pada menteri lain untuk menurunkan tarif tiket pesawat. Kali ini Menhub Budi meminta bantuan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk turut mengintervensi. “Tadi sudah sampaikan dalam rapat, dan Pak Menko sepakat untuk minta bagian dalam hal ini,” katanya.

“Maka itu Kemenko Perekonomian turut serta dan Menteri BUMN juga untuk mengatur tarif terutama untuk Garuda yang market leader. Karena kalau Garuda menaikkan batas atas, maka semuanya akan ikut naik. Begitu juga sebaliknya kalau mereka menurunkan maka semuanya juga akan turun,” sambung Budi. Budi menambahkan, Menko Darmin akan membahas mengenai tarif pesawat ini dalam beberapa hari ke depan. “Apa hasilnya kita akan laksanakan,” tandasnya.