Minggu, 14 April 2019

Fenomena Mahalnya Tiket Pesawat Domestik Bikin Wisatawan Lebih Pilih Liburan ke Luar Negeri

Jakarta – Fenomena mahalnya harga tiket pesawat rute domestik memang masih terasa hingga saat ini. Pasalnya sejumlah maskapai nasional rupanya hampir serempak menaikkan harga tiket pesawat domestik dari akhir tahun lalu. Bahkan harga tiket penerbangan ke luar negeri justru bisa lebih murah sekitar 40% dibanding tiket penerbangan dalam negeri.



Di sejumlah situs online travel agent (OTA), harga tiket pesawat untuk rute Jakarta-Medan misalnya, ternyata jauh lebih mahal dibanding tiket Jakarta-Kuala Lumpur pada hari yang sama. Untuk terbang dari Jakarta ke Medan, harga tiket pesawat termurah dengan pesawat Lion Air dipatok Rp 1.547.300, sedangkan pada jadwal yang sama harga tiket pesawat Jakarta-Kuala Lumpur hanya Rp 745.000 saja.

Akibat fenomena ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya beberapa waktu lalu sempat mengungkapkan jika jumlah kunjungan wisatawan domestik anjlok hingga 30% sejak kenaikan harga tiket pesawat. Pasalnya para turis dalam negeri tentunya lebih berpikir untuk pelesir ke luar negeri dibanding mengeluarkan biaya lebih besar untuk perjalanan dalam negeri.

“Kalau udah ke Papua, atau yang lain, ampun-ampun deh tiketnya murahan ke luar negeri. Kita kan jalan-jalan pakai uang pribadi nggak di-endorse, berasa banget sih dengan harga tiket yang super mahal,” kata salah satu penumpang bernama Fitri, seperti dilansir Kompas.

Penumpang lain bernama Asoka yang merupakan seorang blogger juga mengaku keberatan dengan kenaikan harga tiket pesawat, terutama di wilayah Indonesia tengah dan timur. Pria ini mencontohkan, jika sebelumnya untuk terbang ke Pontianak cukup bermodal Rp 1,2 juta pergi pulang, maka kini untuk berangkat saja ia membutuhkan biaya hingga Rp 1 juta.

“Sedih sekali, ke Kei sekali jalan Rp 4 juta, PP Rp 8 juta. Mau keliling explore Indonesia kok terasa berat sekali. Jujur kalau nggak penting-penting amat, sekarang lebih memilih untuk tidak pergi. Dan jujur mulai aim ke luar negeri sih,” bebernya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik sebelumnya melaporkan jika sektor pariwisata di Indonesia memang terpengaruh oleh harga tiket pesawat. Pada Januari-Februari 2019, penumpang domestik di Bandara Internasional Juanda Surabaya misalnya, terpantau mengalami penurunan sebesar 19,7%.

Sebelumnya Menpar Arief Yahya menuturkan jika tren penurunan jumlah wisatawan domestik berkisar 20-40%, sehingga rata-rata terjadi penurunan wisatawan domestik hingga 30% karena naiknya tarif tiket pesawat. “Turunnya (wisatawan domestik 20 persen sampai 40 persen. Kalau dirata-rata turunnya sampai 30 persen,” kata Arief.