Selasa, 30 April 2019

Antisipasi Arus Mudik Lebaran, Bandara Juanda Siapkan Ruang Tunggu Ekstra

SURABAYA – PT Angkasa Pura I mulai mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik dan arus balik Lebaran mendatang. Perusahaan menuturkan nantinya akan disediakan ruang tunggu ekstra di Bandara Internasional Juanda, termasuk ruang tunggu ekstra untuk keberangkatan umrah, serta posko khusus Lebaran 2019.

“Kami akan membuka semua ruang tunggu, termasuk ruang tunggu ekstra di keberangkatan umrah,” papar Humas PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Yuristo Ardi Hanggoro, dilansir Surya. “Ruang tunggu ekstra kami muat untuk menampung penumpang yang akan mudik. Kami sendiri sudah pengalaman melayani penumpang saat arus mudik Lebaran tahunan. Jadi, pada dasarnya sama.”

Ruang tunggu yang memadai memang diperlukan saat terjadi penumpukan penumpang. Penumpang yang menumpuk ini sering terjadi ketika ada delay penerbangan yang berkepanjangan. Penumpang di Bandara Internasional Juanda sendiri ketika arus mudik Lebaran bisa mencapai angka 70 ribu orang per hari. “Kami siap mengantisipasi bila terjadi penumpukan penumpang,” tandas Yuristo.

Selain ruang tunggu ekstra, pihak Bandara Internasional Juanda juga telah bersiap menerima pengajuan penerbangan tambahan dari maskapai. Dalam kondisi normal, pergerakan pesawat di Bandara Juanda rata-rata per hari mencapai 360 penerbangan, baik yang berangkat (take off) maupun yang mendarat (landing). Jika dihitung lebih rinci, saat ini penerbangan di Bandara Juanda mencapai 30 sampai 34 penerbangan per jam, yang artinya ada satu penerbangan setiap dua menit.

“Masih ada kemungkinan untuk menambah slot tersebut, terutama untuk waktu di luar jam padat pesawat,” kata General Manager AIRNAV cabang Surabaya, Mokhammad Kharim. “Biasanya, maskapai akan ramai-ramai mengajukan slot tambahan pada beberapa minggu menjelang bulan puasa hingga menjelang Lebaran.”

Namun, tidak semua slot bakal dipenuhi. Pasalnya, status Bandara Juanda yang juga dipergunakan untuk pendaratan militer membuatnya harus berbagi tempat. Ini belum jika ada penerbangan VVIP yang sewaktu-waktu dapat mengganggu slot-slot penerbangan yang sudah ada. “Biasanya, lebih banyak yang mengajukan extra flight ke Surabaya daripada yang berangkat,” sambung Kharim.