Kamis, 18 April 2019

Ada Simulasi Anti Teror, Para Penumpang di Bandara Juanda Sempat Kaget

Sidoarjo – Para pengguna jasa Bandara Internasional Juanda sempat dikejutkan dengan suara tembakan pada Senin (15/4) lalu. Rupanya bunyi tembakan dan rangkaian adegan penyanderaan tersebut adalah bagian dari simulasi anti teror di Bandara Juanda.

Salah satu pengguna jasa Bandara Juanda bernama Robianto mengaku kaget lantaran tiba-tiba terdengar bunyi teriakan mengancam. “Langsung saya lari keluar dari restoran bandara. Penasaran, apalagi sempat ada pasukan berdoreng bersenjata lengkap memakai topeng motif tengkorak. Ternyata hanya simulasi anti teror, saya kira itu tadi beneran,” ucap Robianto, Senin (15/4), seperti dilansir Tribunnews.

Penumpang lain bernama Kurniangsih juga mengaku sempat bingung dan terkejut dengan adanya peristiwa tersebut. “Saya kirain ada penangkapan penjahat. Ternyata hanya simulasi saja,” ungkapnya. Meski sempat kaget, ia mengaku sangat mengapresiasi acara simulasi tersebut. Bukan hanya bersifat menghibur, tetapi sekaligus memberikan gambaran bahwa langkah Lanudal Juanda dalam melakukan pengamanan di area bandara ternyata berlangsung sigap. “Ternyata langsung menindak tegas. Jadi sebagai pengguna jasa bandara merasa aman,” paparnya.

Dalam simulasi anti teror tersebut diceritakan jika ada seorang anggota partai X yang hendak menemui petinggi partainya. Namun keinginan orang itu dicegah petugas keamanan, sehingga orang itu langsung menghunuskan pisau untuk menyerang dan menyandera petugas keamanan bandara.

Lantaran pelaku tak bisa diajak bernegosiasi, maka pasukan elit Komando Pasukan Katak (Kopaska) pun langsung turun tangan guna melumpuhkan pelaku dengan cara ditembak. Satuan K-9 dari Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) pun dikerahkan untuk menggeledah area bandara lantaran diduga adanya benda berupa bom yang rupanya ditemukan di dekat pintu masuk terminal.

Bom tersebut pun berhasil dijinakkan oleh tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Kopaska. Tim Jihandak menggunakan pakaian anti bom lengkap serta memasukkan bom tersebut ke selimut bom untuk kemudian dibawa menjauhi area bandara agar tidak mengancam keselamatan pengguna jasa bandara maupun masyarakat sekitar.