Senin, 04 Maret 2019

Penerbangan Surabaya-Sumenep PP Kembali Dilayani Setiap Hari

SURABAYA – Penerbangan Surabaya-Sumenep yang menghubungkan Bandara Internasional Juanda dengan Bandara Trunojoyo kembali berjalan normal. Jika sebelumnya penerbangan hanya dilayani Wings Air pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, mulai tanggal 2 Maret 2019 kemarin sudah diberlakukan penerbangan tiap hari.



Dikutip dari Jawa Pos, pengurangan jadwal penerbangan di Bandara Trunojoyo diberlakukan sejak tanggal 24 Januari yang lalu. Pasalnya, jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara mulai sepi di awal tahun. Namun, saat ini, pihak Wings Air sudah mulai mengoperasikan rute tersebut setiap hari.

“Jauh sebelum penerbangan menjadi setiap hari, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, sudah mengadakan pertemuan dengan pihak bandara dan maskapai Wings Air,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triyantono. “Dari pertemuan tersebut, disepakati jadwal terbang setiap hari untuk rute Sumenep-Surabaya dan Surabaya-Sumenep.”

Permintaan dari Bupati Sumenep bukan tanpa alasan. Pasalnya, animo masyarakat untuk menggunakan jasa penerbangan masih tinggi. Namun, berhubung jadwal berubah-ubah, penumpang menilai butuh kepastian. “Pengurangan jadwal terbang bukan hanya di Sumenep, tetapi hampir seluruh bandara di seluruh Indonesia juga melakukan pengurangan,” sambung Indra.

“Jika ke depan penumpang tambah banyak, akan menjadi pertimbangan pengelola bandara untuk menambah pesawat. Tidak hanya Wings Air, bisa saja pesawat dari maskapai lain,” tambah Indra. “Sayang kalau Bandara Trunojoyo dibangun dengan kapasitas sangat luas jika penumpangnya sepi. Karena, ke depan terus dilakukan pengembangan bandara. Sekarang proses penyelesaian terminal bandara.”

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa penerbangan Surabaya-Sumenep PP sudah kembali normal. Alhasil, pihak maskapai terpaksa menggagalkan penerbangan karena penumpang sepi. Pada Sabtu (2/3) kemarin, penerbangan rute Sumenep-Surabaya digagalkan karena hanya ada tiga penumpang. Sementara, untuk rute sebaliknya, hanya ada tujuh penumpang.

“Banyak yang tidak tahu kalau penerbangan setiap hari. Mengacu pada jadwal sebelumnya, Sabtu itu tidak ada penerbangan, sedangkan Minggu ada penerbangan,” lanjut Indra. “Untuk mengatasi masalah sepinya penumpang, sangat dibutuhkan peran Pemkab Sumenep. Pemkab diharapkan gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai jadwal penerbangan.”