Senin, 18 Maret 2019

Gunung Bromo Kembali ‘Berasap’, Penerbangan di Bandara Juanda Masih Normal

SURABAYA – PT Angkasa Pura I memastikan bahwa hingga saat ini, operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda masih berjalan dengan lancar dan normal. Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Bromo pada akhir pekan kemarin tidak sampai mengganggu operasi penerbangan di bandara yang terletak di Kabupaten Sidoarjo tersebut.



“Hingga saat ini, operasional penerbangan berjalan seperti biasa, tidak ada kendala yang berarti,” papar Kepala Seksi Legal dan Komunikasi PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Yuristo Adhi, dilansir Berita Satu. “Namun, perusahaan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memantau kondisi terbaru Gunung Bromo.”

Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut memang menyemburkan abu vulkanik tipis. Bahkan, pada hari Jumat (15/3) kemarin, gunung berapi yang masih aktif tersebut mengeluarkan asap setinggi 600 meter, yang disertai dengan abu vulkanis, demikian menurut keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Secara visual, asap dan abu vulkanis yang keluar dari kawah Gunung Bromo tipis hingga sedang dipengaruhi arah angin sehingga bisa saja angin mengarah ke barat, timur, utara, dan tenggara yang terjadi sejak Kamis (14/3)) hingga hari ini,” jelas Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan. “Beberapa kali Gunung Bromo mengeluarkan asap belerang dan abu vulkanik, seperti tanggal 19 Februari lalu dan kemudian tanggal 10 Maret.”

Meski begitu, Hendra menambahkan, aktivitas gunung masih fluktuatif dan tidak berlangsung lama sehingga kemungkinan peningkatan aktivitas Gunung Bromo dipengaruhi dari aktivitas gempa deduksi yang terjadi di selatan Jawa. PVMBG sendiri mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menggunakan masker selama berada di kawasan Gunung Bromo.

Memang, meski menyemburkan abu vulkanik dalam beberapa hari terakhir, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyatakan kawasan Gunung Bromo masih aman dikunjungi wisatawan. Situasi di lapangan masih kondusif. Pihak yang berwenang sendiri mengamankan radius yang telah ditentukan, yakni satu kilometer untuk batas amannya.