Sabtu, 16 Maret 2019

Dinilai Lambat, Penanganan Bagasi di Bandara Juanda Diprotes Jemaah Umrah

Surabaya – Para jemaah umrah yang baru saja kembali dari Tanah Suci dan mendarat di Bandara Internasional Juanda kerap kesal lantaran ketika sampai di bandara ternyata mereka seringkali masih harus tertahan hingga 2 jam. Padahal seluruh jemaah umrah ingin segera pulang ke kampung halamannya. Lamanya penantian jemaah di Bandara Juanda ini ternyata diakibatkan oleh penanganan bagasi atau tas bawaan oleh pihak bandara.

“Kami harus menunggu hingga 2 jam. Bikin kesal dan menjenuhkan,” kata Rofiudin, salah seorang jemaah umrah, Rabu (13/3), seperti dilansir Tribunnews. Di Bandara Juanda sendiri hampir setiap hari terdapat jadwal penerbangan ke Tanah Suci yang dilayani oleh maskapai Saudi Arabia Airlines, Garuda Indonesia, dan juga Lion Air.

Sesuai dengan regulasi dari PT Angkasa Pura (AP) I selaku pihak pengelola Bandara Juanda, seluruh barang bawaan atau bagasi pesawat diserahkan pada PT AP I melalui Gapura Angkasa selaku ground handling atau urusan penanganan penumpang dan bawaan di darat. Dengan adanya regulasi tersebut sekaligus tidak lagi membuka akses bagi biro travel untuk dapat mengambil barang bawaan jemaah secara langsung. Bahkan dari Gapura Angkasa, penanganan bagasi masih diserahkan lagi ke pihak ketiga, yakni PT Taurus Gemilang, sehingga alur sampainya bagasi ke tangan jemaah pun menjadi lebih panjang.

Saat memperoleh banyak keluhan dari para jemaah, pihak AP I pun mengundang para biro travel perjalanan umrah. Menurut Humas PT AP I Juanda, Yuristo Ardi Hanggoro, pihaknya memang perlu mengikuti regulasi penerbangan, bahwa urusan terkait penumpang dan bagasi bawaan harus diatur sesuai regulasi, jadi semuanya harus diserahkan pada PT AP I. “Semua dalam rangka menuju pelayanan lebih baik. Kami ucapkan apresiasi dan terima kasih atas masukan soal durasi pengambilan bagasi ini,” tutur Yuristo.

Lebih lanjut Yuristo mengungkapkan bahwa kini jasa penanganan penumpang dan bagasi (pax & baggage handling) ditangani secara resmi oleh PT AP I Cabang Juanda dengan PT Taurus Gemilang dan PT Angkasa Pura Logistics. “Jadi tidak terbatas pada penanganan jamaah atau penumpang umrah. Semua penumpang juga melalui prosedur yang sama,” katanya.

Jasa penanganan penumpang ini adalah upaya penertiban dan perbaikan pelayanan terhadap pengguna jasa bandara. Khusus penanganan jemaah umrah, layanan ini bisa dimanfaatkan para travel agent. “Kemarin sudah dilakukan pertemuan bersama Asosiasi Pengusaha Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) untuk mendengar masukan dan aspirasi para pengelola travel umrah,” tandas Yuristo.