Jumat, 15 Maret 2019

Bandara Juanda Sempat Dilanda Cuaca Buruk, Pendaratan 5 Pesawat Dialihkan

Surabaya – Bandara Internasional Juanda sempat dilanda cuaca buruk pada Rabu (13/3) petang, akibatnya sebanyak 5 pesawat yang hendak mendarat pun terpaksa dialihkan atau divert ke bandar udara terdekat. Beberapa bandara yang dijadikan lokasi untuk pengalihan pendaratan antara lain Semarang, Bali, dan Sumenep, Madura.

“Hanya masalah cuaca. Ada awan tebal. Sekitar pukul 16.00 WIB, cuaca hujan deras di Juanda, untuk visibility hanya 400 meter, sehingga perlu kami divert. Beberapa pesawat juga berputar-putar menunggu pendaratan. Tapi karena visibilty penerbangan harus lebih dari 800 meter sehingga ada beberapa pesawat yang dialihkan,” ujar Manajer Operasional Airnav Cabang Surabaya Erdian Subismo, seperti dilansir Senayanpost.

Lebih lanjut Erdian menjelaskan jika awan tebal terpantau berada di sebelah barat dan timur Bandara Juanda, atau lebih tepatnya di runway 10 dan runway 4, sehingga terdapat 5 pesawat yang terpaksa divert. Adapun sebanyak 2 pesawat dialihkan ke Bandara Ahmad Yani Semarang, 2 pesawat ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali, dan 1 lagi mendarat di Bandara Trunojoyo Sumenep.

“5 pesawat yang tidak bisa mendarat di Surabaya, Lion Air JT 707 divert ke Bali, pesawat Twin Otter dari Pegarungan divert ke Sumenep, Trigana 711 Dari Pangkalan Bun dipindah ke Semarang, sementara Garuda GA 365 dari Semarang Surabaya kami divert ke Semarang, dan Garuda GA 630 dari Ujung Pandang ke Surabaya di divert ke Semarang,” papar Erdian.

Ia pun menegaskan jika tak terjadi kendala teknis atau kerusakan pesawat dari pengalihan pendaratan tersebut, hanya murni masalah cuaca saja. “Ini hanya masalah cuaca,” ucap Erdian. Selain dipindahkan, sejumlah pesawat pun mengantre untuk landing atau mendarat di Surabaya seiring dengan normalnya jarak pandang. “Kami sedang normalkan, karena saat ini visibility mulai normal dan cuaca mulai membaik. Pesawat yang antre di atas kami bantu daratkan secara bergilir. Yang pasti semua aman dan normal,” pungkasnya.