Rabu, 13 Februari 2019

Overlay Runway Bandara Juanda Tahap I Ditargetkan Rampung Maret 2019

Sidoarjo – Sampai saat ini proyek lanjutan overlay runway atau landasan pacu Bandara Internasional Juanda yang aspalnya sempat terkelupas pada Kamis (7/2) lalu rupanya masih berlanjut. Proyek overlay tahap pertama untuk landasan pacu yang panjangnya mencapai 1.700 meter ini ditargetkan rampung pada bulan Maret 2019 mendatang.

Dengan demikian, PT Angkasa Pura (AP) I selaku pihak pengelola Bandara Juanda masih memiliki tanggungan untuk menyelesaikan 1.300 meter sisanya. Pasalnya total keseluruhan panjang runway di Bandara Juanda mencapai 3.000 meter. “Program overlay runway ini sudah berjalan mulai tahun 2017 hingga Maret 2019. Setelah itu, ada masa pemeliharaan selama satu tahun,” ungkap General Manager PT Angkasa Pura (AP) 1 Juanda Heru Prasetyo, seperti dilansir JPNN.

Apabila telah rampung, maka pihak AP I akan segera melanjutkan pengerjaan overlay runway tahap 2. Sayangnya Heru masih belum bisa menginformasikan kapan pengerjaan tahap 2 dilaksanakan. Dengan demikian, berbagai keluhan yang muncul ketika proyek overlay tahap pertama lalu kemungkinan bisa saja muncul kembali. Misalnya saja pengurangan durasi penerbangan yang harusnya maksimal pukul 23.00 WIB menjadi hanya sampai jam 22.00 WIB.

Hal ini tentunya dapat menimbulkan kerugian untuk pihak maskapai dan juga pengguna jasa penerbangan itu sendiri. Menurut Pengamat Penerbangan Cheppy Hakim, terkelupasnya runway 10 Bandara Juanda beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa bandar udara di Indonesia hanya mengejar slot penerbangan, sehingga tiap landasan pacu sangat sibuk.

“Soal runway mengelupas itu satu dampak dari hanya mengejar slot penerbangan. Slot penerbangan kita tinggi tapi infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) ketinggalan,” beber Chepy di Cikini, Jakarta, Sabtu (9/2).

Akibat landasan pacu yang sibuk, waktu untuk maintenance atau perawatan pun menjadi berkurang. Inilah yang menurutnya menyebabkan kualitas runway kurang maksimal lantaran tak dirawat secara teratur. “Landasan-landasan yang sangat sibuk sehingga waktu untuk pemeliharaan itu terbatas membuat kualitas runway akan terkelupas seperti itu,” ungkap Cheppy.

Supaya kejadian serupa tak terulang, pihak bandara seharusnya melakukan langkah antisipasi dengan menjadwalkan perawatan runway secara lebih intensif. “Secara teknis (perawatan) ada aturannya, masing-masing airport berbeda-beda tergantung landasannya, ada yang di atas rawa, laut atau tanah keras. Itu perhitungan teknis tapi harus ada cycle maintenance,” tandasnya.