Rabu, 27 Februari 2019

Kembangkan Kapasitas Bandara, AP I Siap Gelontorkan Investasi Rp 17,5 Triliun

Serpong – PT Angkasa Pura (AP) I menyiapkan anggaran sebesar Rp 17,5 triliun pada tahun 2019 ini untuk mendukung percepatan dan pembangunan sejumlah bandara yang berada di bawah pengelolaannya. Pembangunan bandar udara ini dilakukan guna memenuhi target 101 juta penumpang tahun 2019.

“Investasi di antaranya disiapkan untuk dua proyek strategis nasional (PSN), yaitu New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo dan Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin yang ditargetkan bisa dioperasikan tahun ini,” ujar Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (24/2), seperti dilansir Sindonews.

Lebih lanjut Faik menuturkan, pada rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) AP I tahun 2019-2023, dalam 5 tahun yang akan datang akan mengembangkan kapasitas 13 bandara yang rata-rata kini telah melayani 89 juta penumpang per tahun menjadi 140 juta penumpang per tahun.

Sebagai informasi, PT Angkasa Pura I saat ini telah mengelola 13 bandara seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak, dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

Kemudian juga Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Pattimura Ambon, dan Bandara El Tari Kupang.

Sementara itu, khusus untuk New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo, Faik menuturkan jika bulan April 2019 mendatang diharapkan sudah dapat beroperasi untuk pendaratan pesawat penerbangan internasional berbadan besar lantaran bandara tersebut memang mempunyai landasan pacu atau runway yang panjang. “Landas pacu Bandara Kulonprogo panjangnya 3.250 meter sementara Ngurah Rai Bali hanya 3.000 meter,” ungkap Faik.

Selama tahun 2019 ini, PT AP I juga bakal mengambil alih 4 bandara Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di berbagai wilayah Tengah dan Timur Indonesia. Keempat bandara UPT tersebut antara lain Sentani, Luwuk, Samarinda Baru, dan Labuan Bajo yang ke depannya akan dikelola AP I untuk diubah sesuai standar kenyamanan dan keselamatan bandara dari perusahaan. “Masing-masing bandara UPT tersebut disiapkan investasi Rp 12 miliar untuk bisa menjadi bandara sesuai standar AP I,” tandasnya.