Selasa, 12 Februari 2019

Dorong Wisata Jatim, Direct Flight ke Surabaya Diharapkan Bertambah

SURABAYA – Bandara Internasional Juanda menjadi salah satu bagian rute penerbangan paling sibuk di dunia berdasarkan survei jaringan penerbangan Routes yang berbasis di Inggris. Meski demikian, frekuensi penerbangan langsung ke Surabaya dinilai masih kurang, sehingga kurang menggairahkan sektor pariwisata di Jawa Timur secara keseluruhan.

“Jadi, misalnya di daerah (dekat Surabaya) sudah dibangun objek wisata yang baru, tetapi tidak ada direct flight ke Surabaya, ya tidak bisa dijual paket wisatanya,” ujar Ketua Dewan Tata Krama Asita (Association of Indonesian Tours and Travel Agencies), Nanik Sutaningtyas, dilansir JPNN. “Membuat paket wisata berkaitan erat dengan biaya transportasi, sehingga penerbangan langsung dari kota-kota besar menuju Surabaya akan menekan anggaran wisata.”

Sayangnya, Nanik menambahkan, frekuensi penerbangan langsung ke Bandara Internasional Juanda dari kota-kota besar Indonesia masih kurang. Karena itu, biro perjalanan yang menjual paket wisata Jawa Timur terpaksa mengalokasikan anggaran yang tinggi untuk transportasi. “Bahkan, untuk pangsa pasar mancanegara, kontribusi biaya transportasi dapat mencapai 50 persen,” sambung Nanik.

“Di era sekarang, promosi objek wisata sebenarnya relatif mudah, bisa melalui media sosial,” lanjut Nanik. “Karena itu, meningkatkan aksesibilitas Jawa Timur menjadi hal yang penting, sehingga menambah frekuensi penerbangan langsung ke Surabaya sudah urgent. Selain itu, perlu dikontrol kualitas infrastruktur menuju objek wisata, khususnya akses jalan dari Bandara Internasional Juanda.”

Pada awal tahun 2019 ini, jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda relatif menurun. Setidaknya, dilaporkan penurunan jumlah penumpang mencapai angka 17 persen. Pada bulan Januari 2019, terdapat 1.438.232 penumpang di Bandara Internasional Juanda, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya di angka 1.731.969 penumpang.

“Kalau dikaitkan dengan efek bagasi berbayar atau harga tiket tinggi, kami belum bisa memastikan. Mungkin beberapa orang ada yang menggunakan metode berpergian lain, seperti melalui jalur darat, apalagi sekarang sudah ada Tol Trans Jawa,” ujar Communication & Legal Section Head Bandara Juanda, Yuristo Ardhi Hanggoro. “Selain itu, menurut beberapa maskapai penerbangan, awal tahun 2019 ini memang tengah memasuki low season.”