Sabtu, 26 Januari 2019

Tak Terpengaruh Harga Tiket Pesawat, Jumlah Penumpang di Bandara Juanda Normal

Sidoarjo – Kenaikan harga tiket pesawat sejak beberapa waktu lalu rupanya tidak terlalu mempengaruhi jumlah penumpang dan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya. PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Juanda mengungkapkan bahwa jumlah penumpang dan penerbangan di bandara terbesar di wilayah Indonesia timur ini masih berlangsung normal.

“Mengingat saat ini low season, setelah melewati peak season libur Natal dan Tahun Baru 2019,” ujar Humas PT Angkasa Pura 1 Juanda Yuristo Ardi Hanggoro, seperti dilansir Ngopibareng.

Lebih lanjut Yuristo menjelaskan, ketika peak season Bandara Juanda melayani setidaknya 400 penerbangan setiap harinya. Sedangkan pada saat low season seperti saat ini, jumlah penerbangan yang dilayani di Bandara Juanda per hari sekitar 355 penerbangan.

“Sementara jumlah penumpang peak season kurang lebih 50 ribu penumpang setiap harinya, sebagai perbandingan di low season hingga 23 Januari kemarin, tercatat rata-rata kurang lebihnya 47 ribu penumpang per hari,” sambungnya.

Adapun untuk pembatalan penerbangan alias cancel flight, Yuristo menuturkan bahwa tak ada penerbangan yang dibatalkan lantaran kekurangan penumpang akibat harga tiket pesawat yang mahal. “Tidak ada, beberapa memang tidak beroperasi karena low season, tapi bukan pembatalan karena naiknya harga tiket pesawat,” ucapnya.

Sebagai informasi, para penumpang memang banyak yang mengeluhkan kenaikan harga tiket pesawat domestik antara 40-120%. Terlebih karena maskapai Lion Air telah menerapkan tarif bagasi sejak (22/1) lalu dan hanya menerapkan gratis bagasi kabin dengan berat 7 kg.

Biaya bagasi Lion Air untuk bobot 5 kg dikenai Rp 155.000, 10 kg Rp 310.000, 15 kg Rp 465.000, 20 kg Rp 620.000, 25 kg Rp 755.000, dan 30 kg mencapai Rp 930.000. “Ada beberapa penumpang yang berangkat ke Makassar dan Jayapura merasa kecewa adanya kenaikan tiket dan bagasi, karena sebelumnya kan 20 kg, sekarang ada biaya,” kata salah satu penumpang asal Makassar bernama Umar.

Ia pun menambahkan, harga tiket pesawat Lion Air dari Surabaya ke Makassar yang sebelumnya hanya Rp 500 ribuan kini jadi Rp 900 ribuan hingga Rp 1 juta lebih. “Pastinya ini sangat memberatkan, apalagi ditambah dengan biaya bagasi yang cukup mahal, kita minta pemerintah agar bisa memberikan keringanan kepada penumpang maskapai,” ungkapnya.