Selasa, 22 Januari 2019

Susul Garuda, Wings Air Kurangi Frekuensi Rute Surabaya-Jember

SURABAYA/JEMBER – Tidak hanya maskapai Garuda Indonesia yang mengurangi frekuensi penerbangan rute Surabaya-Jember. Wings Air juga melakukan langkah serupa, dengan menurunkan frekuensi penerbangan dari setiap hari menjadi empat hari dalam seminggu. Pengurangan frekuensi ini dilakukan sejak tanggal 12 Januari hingga 30 April 2019 mendatang.

Seperti dilansir Antara, pihak Wings Air melalui surat yang ditujukan kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Notohadinegoro di Jember, mereka menyampaikan pembatalan penerbangan untuk hari yang sama dengan Garuda Indonesia. Wings Air tidak beroperasi melayani rute Surabaya-Jember pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu sejak 12 Januari hingga 30 April 2019 karena kebijakan manajemen.

Sebelumnya, menurut pihak Garuda Indonesia, pengurangan frekuensi dilakukan karena kurangnya jumlah penumpang. Maskapai pelat merah ini sendiri hanya akan melayani rute Surabaya-Jember pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Sementara, hari Selasa, Kamis, dan Sabtu tidak beroperasi karena hari itu dinilai sepi penumpang atau low season.

“Okupansi penumpang hanya berkisar 50 sampai 60 persen dari jumlah kursi yang tersedia sebanyak 70 kursi. Hal ini masih di bawah rata-rata ideal keterisian penumpang yang seharusnya di atas 60 persen, yakni minimal 45 kursi yang terisi untuk setiap kali penerbangan,” tutur Sales Manager Garuda Indonesia Wilayah Jember, Heru Joko Satria. “Pengurangan frekuensi penerbangan itu tidak hanya terjadi untuk rute Jember-Surabaya, tetapi skala nasional di beberapa daerah yang mengalami sepi penumpang.”

Ia melanjutkan bahwa puncak kepadatan penumpang atau peak season di Bandara Notohadinegoro, Jember terjadi pada pertengahan Desember hingga akhir Desember 2018. Hal itu didorong momentum Natal dan liburan akhir tahun. Namun, pada pekan pertama Januari 2019, mulai terjadi penurunan jumlah penumpang.

“Kabupaten Jember didominasi oleh penumpang yang memiliki kepentingan bisnis yang terbang dari Jakarta atau Surabaya menuju Jember dan sebaliknya,” sambung Heru. “Kami akan mengevaluasi frekuensi penerbangan itu pada akhir Januari 2019, apakah akan mengurangi atau menambah frekuensi dengan mempertimbangkan tinggi atau rendahnya permintaan masyarakat akan moda transportasi udara rute Jember-Surabaya.”