Senin, 28 Januari 2019

Rute Surabaya-Bawean Berhenti, Lelang Diharapkan Lekas Kelar

SURABAYA – Pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik mengharapkan agar proses lelang penerbangan rute Surabaya-Bawean yang menghubungkan Bandara Internasional Juanda dengan Bandara Harun Tohir cepat selesai. Pasalnya, jalur udara bisa menjadi alternatif jika jalur laut sedang mengalami kendala, seperti cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Maskapai Airfast Indonesia - media.iyaa.com


Seperti diketahui, saat ini operasional penerbangan pesawat dari Surabaya ke Bawean maupun sebaliknya diberhentikan akibat lelang masa kontrak izin penyedia maskapai habis. Maskapai Airfast Indonesia sendiri, yang sebelumnya menerima jasa penerbangan rute tersebut, kini tidak lagi mengudara. Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik pun tidak bisa memastikan kapan maskapai tersebut akan beroperasi lagi karena semua lelang ditangani langsung pemerintah pusat.

“Kami berharap proses lelang segera cepat selesai, karena jalur udara menjadi alternatif menuju Pulau Bawean, selain jalur laut. Ini agar wisatawan tidak memiliki kendala saat hendak berkunjung ke sini,” ujar Kasi Pelayaran Angkutan Laut Dinas Perhubungan Gresik, Amri, dilansir Tribun Gresik. “Kami juga meminta agar izin penerbangan jalur Bawean-Surabaya harus diupdate setiap tahunnya. Karena, setiap bulan Januari, maskapai penerbangan tidak menerima penumpang.”

Sementara itu, dalam perkembangan terakhir, penerbangan maupun pelayaran menuju Pulau Bawean saat ini sedang dihentikan akibat cuaca buruk. Sejak Senin (21/1) kemarin, transportasi yang akan menuju ke Pulau Bawean maupun sebaliknya mengalami kendala. Semuanya tidak beroperasi dalam beberapa hari terakhir berawal dari peringatan BMKG yang memberikan zona merah sehingga adanya larangan.

“Tetapi, pada hari Selasa (29/1) besok, semua armada kapal sudah bisa beroperasi,” sambung Amri. “KM Express Bahari dan KM Natuna Express akan kembali melayani pelayaran menuju Pulau Bawean. Namun, untuk KM Gili Iyang, kami belum bisa memastikan karena kapal angkutan barang tersebut posisi terakhir berada di perairan Paciran.”