Minggu, 20 Januari 2019

Rute Penerbangan Garuda Indonesia Jember-Surabaya Kini Hanya 3 Kali Sepekan

Jember – Sejak bulan ini rupanya maskapai Garuda Indonesia sudah mulai mengurangi frekuensi atau jadwal penerbangan untuk rute Jember-Surabaya. Saat ini pesawat Garuda Indonesia tak lagi terbang setiap hari dari Bandara Notohadinegoro Jember ke Bandara Internasional Juanda Surabaya, maupun sebaliknya.

Sejak bulan ini maskapai Garuda Indonesia sudah mulai mengurangi frekuensi 
atau jadwal penerbangan untuk rute Jember-Surabaya - kabarjatim.com


Dalam seminggu Garuda Indonesia menerbangi rute Jember-Surabaya pergi pulang (PP) hanya pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Menurut Sales Manager Garuda di Jember Heru Joko Satria, pengurangan frekuensi terbang ini dilakukan karena berkurangnya minat dari masyarakat. “Memang kondisinya kami sedang mengalami low demand. Ini mungkin dialami seluruh airlines di nusantara untuk penerbangan domestiknya,” ujar Heru di Jember, Jumat (18/1), seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, pengurangan frekuensi penerbangan ini berbeda dari tahun 2018 lalu. “Tahun ini sangat low sekali. Nanti kami akan lakukan evaluasi hingga akhir Januari, melihat pertumbuhannya, apakah membaik. Nanti kami putuskan lagi secara global, penerbangan mana saja yang dikategorikan low demand. Kami menunggu keputusan head office,” terang Heru.

Tingkat keterisian atau okupansi penumpang Garuda Indonesia sekarang ini untuk rute Jember-Surabaya pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu mencapai 50-60% dari 70 kursi yang tersedia. “Masih di atas setengah. Tapi kalau kita ngomong business oriented, kan untuk break event point tidak masuk. Kami putuskan, kami orientasi bisnis, maka kami kurangi frekuensinya,” ucap Heru.

Menurutnya jumlah penumpang saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun 2018 okupansi penumpang Garuda Indonesia pada rute Jember-Surabaya masih mencapai 80-82%. Heru menduga jika penurunan jumlah penumpang pada Januari 2019 ini diakibatkan sejumlah faktor.

“Mungkin budget pemerintahan dan swasta (untuk perjalanan dinas) belum keluar, sehingga mobilisasi perjalanan masih menunggu. Tapi kok Januari tahun ini? Januari tahun kemarin kami tidak mengurangi frekuensi,” beber Heru.

Pengurangan frekuensi penerbangan ini rupanya bukan hanya dilakukan oleh Garuda Indonesia saja, tetapi juga terjadi pada skala nasional. “Bukan hanya Garuda. Setahu kami pihak Wings Air (yang juga memiliki rute penerbangan Jember-Surabaya) melakukan pengurangan frekuensi penerbangan di hari yang sama. Saya juga kaget kenapa Wings mengurangi penerbangan di hari yang sama. Mungkin ini memang low season skala nasional,” pungkasnya.