Senin, 07 Januari 2019

November 2018, Kunjungan Turis Asing via Bandara Juanda Naik 23,12%

SURABAYA – Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Jawa Timur melalui Bandara Internasional Juanda selama bulan November 2018 kemarin mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Turis mancanegara yang memasuki Jatim via Bandara Juanda tercatat sebanyak 29.992 kunjungan, naik 23,12 persen dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono - beritalima.com


“Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Jawa Timur selama bulan November kemarin sebanyak 29.992 kunjungan,” papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono. “Di bulan yang sama tahun 2017 lalu, jumlah wisatawan asing ke Jawa Timur mencapai 24.360 kunjungan, atau ada kenaikan sebesar 23,12 persen secara year-on-year.”

Teguh melanjutkan, ada sepuluh negara yang mendominasi kunjungan ke Jawa Timur sepanjang bulan November 2018, yang mencakup angka 50,84 persen. Kesepuluh negara tersebut antara lain Singapura, China, Jepang, Taiwan, Malaysia, India, Hong Kong, Amerika Serikat, Thailand, dan Korea Selatan. Malaysia menempati posisi tertinggi dengan angka 27,68 persen, disusul Singapura dengan angka 7,17 persen, dan Tiongkok di posisi ketiga dengan angka kunjungan 4,92 persen.

Meski demikian, secara nasional, Bandara Juanda masih berada di peringkat ketiga, kalah dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam mendatangkan wisatawan asing. Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat sebagai bandara tersibuk di bulan November dengan kunjungan 407 ribu turis asing, sedangkan Bandara Soekarno-Hatta melayani 207 ribu turis asing.

Jika dihitung secara total, jumlah kunjungan pelancong asing ke Tanah Air sepanjang bulan November kemarin mencapai angka 1,15 juta orang, atau naik 8,16 persen secara tahunan namun turun 11,26 persen secara bulanan. Penurunan angka kunjungan secara bulanan ini dinilai wajar karena November merupakan periode low season dan diprediksi akan naik kembali pada bulan Desember seiring libur Natal dan Tahun Baru.

BPS Pusat mencatat, sepanjang tahun berjalan, beberapa wisatawan yang berasal dari kawasan Asia Tengara naik 21,02 persen menjadi 4,8 juta, diikuti peningkatan wisatawan Asia (selain Asia Tenggara) dengan kenaikan sebesar 12,16 persen menjadi 5,3 juta orang, serta turis Eropa yang juga naik tipis 1,13 persen menjadi 1,8 juta orang. Peningkatan kedatangan lain berasal dari Oceania dan Amerika, meski masih kecil.