Kamis, 06 Desember 2018

Tiket Pesawat dari Batam ke Surabaya untuk H-3 Natal Habis Terjual

Batam – Libur panjang perayaan Natal dan Tahun Baru memang kerap dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk berlibur, termasuk pada momen Nataru tahun ini. Bahkan tiket pesawat dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke berbagai destinasi kabarnya telah banyak yang habis terjual. Bahkan mendekati H-3 Natal pun sudah penuh.

Tiket penerbangan yang telah habis terjual adalah rute dari Batam ke Medan, Jakarta, Padang, Surabaya (via Bandara Juanda), Pekanbaru, dan Yogyakarta. Menurut Direktur BUBU Hang Nadim Batam Suwarso, pemesanan tiket pesawat justru akan semakin banyak dilakukan menjelang tanggal 25 Desember 2018 serta 1 Januari 2019 depan. “Nanti akan kami update informasi lagi data ketersediaan tiket penerbangan,” ungkap Suwarso.

Ketersediaan tiket tersebut kabarnya akan terus berkurang. Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beberapa waktu lalu, kenaikan penumpang diperkirakan mencapai 8% dibanding tahun lalu. “Namun dari pantauan pemesanan yang dilakukan masyarakat sejauh ini, diperkirakan kenaikan penumpang hanya 2 persen saja. Untuk puncak arus keberangkatan diprediksi pada 20 Desember, dan untuk arus balik pada 6 Januari,” kata Suwarso.

Pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun meminta seluruh bandara untuk memastikan kesiapan armada dan krunya, serta memantau tarif yang diberlakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 14 tahun 2016.

Berdasarkan peraturan tersebut, tarif ambang batas atas rute Batam ke Jakarta Rp 1.664.000, Batam ke Medan Rp 1.329.000, Batam ke Pekanbaru Rp 784.000, Batam ke Palembang 1.074.000, Batam ke Padang Rp 1.087.000, Batam ke Bandung Rp 1.713.000, Batam ke Yogyakarta Rp 1.842.000, Batam ke Solo Rp 1.839.000, Batam ke Pontianak Rp 1.322.000 dan Batam ke Surabaya Rp 2.080.000.

“Tapi angka ini belum tambahan PPN 10 persen, tarif sebesar Rp 5 ribu dan PSC (Passenger Service Charge) sebesar Rp 60 ribu. Ambil contoh ke Jakarta tarif dasarnya itu Rp 1.664.00 ditambah ketiga item (PPN 10 persen, tarif, PSC), jadi harga tiket paling tinggi ke Jakarta itu Rp 1.927.300,” papar Suwarso.

Akan tetapi tarif tersebut akan berbeda lagi dengan pesawat yang melayani rute dengan memakai pesawat propeller (dengan baling-baling). “Beda lagi ya, karena lebih lama sehingga bahan bakar dihabiskan lebih besar. Tarif pesawat propeller ini sedikit lebih mahal dibandingkan jet,” tandas Suwarso.