Minggu, 30 Desember 2018

Pastikan Keselamatan Penerbangan Saat Tahun Baru, Kemenhub Tes Narkoba Flight Crew

Jakarta – Demi memastikan keselamatan dan keamanan dalam penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara selaku regulator terus melakukan pengawasan kepada seluruh operator baik maskapai, pengelola bandara hingga pengelola lalu lintas penerbangan baik dari pembinaan hingga inspeksi langsung di lapangan (ramp check).

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti - fin.co.id

Sesuai aturan penerbangan sipil, Annex 1 Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) tentang Personel Licensing, setiap kru pesawat diharuskan melakukan pemeriksaan medis tiap 6 bulan sekali di Balai Kesehatan yang telah tersertifikasi. “Dalam mengawal keselamatan penerbangan selama masa Nataru, Tim Balai Kesehatan Penerbangan telah melakukan tes narkoba secara random terhadap personel penerbangan di tujuh bandara. Hasilnya negatif,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti, seperti dilansir Tempo.

Di samping itu, sebelum terbang juga petugas kesehatan maskapai harus melakukan pengecekan kembali demi memastikan bahwa yang bersangkutan laik untuk menerbangkan pesawat. Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), selain pengecekan kesehatan pihaknya juga melakukan pemeriksaan narkoba pada para personel penerbangan yang hendak bertugas.

“Dalam mengawal keselamatan penerbangan selama masa Nataru, Tim Balai Kesehatan Penerbangan telah melakukan tes narkoba secara random terhadap personel penerbangan di 7 bandara,” jelas Polana. Metode pemeriksaan urine narkoba mencakup 7 parameter, antara lain THC, coccain, methamphetamin, amphetamin, ketamin, morphin, dan benzodiazepin.

Kepala Balai Kesehatan Penerbangan, Sri Murani melaporkan lokasi dan rekapitulasi personel yang sudah diperiksa. “Pada 24 Desember, lokasi yang kami sambangi adalah Bandara Soekarno Hatta, sebanyak 200 Flight Crew dan 43 personel ATC kami periksa. Di hari yang sama kami juga melakukan pemeriksaan di Bandara Halim dengan jumlah Flight Crew yang diperiksa 46 orang,” imbuh Sri Murani.

Sebelumnya pemeriksaan telah dilakukan di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, 20 November 2018. Jumlah yang diperiksa adalah 94 Flight Crew, Bandara Juanda Surabaya, 30 November 2018 jumlah yang diperiksa sebanyak 97 Flight Crew, Bandara Hasanuddin Makassar, 4 Desember 2018 92 Flight Crew, Bandara Ngurah Rai Bali, 16 Desember 2018 98 Flight Crew dan Kualanamu Medan, 21 Desember2018 sebanyak 96 Flight Crew.

“Hasil pemeriksaan semuanya negatif. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dari para personel penerbangan untuk menjauhi dan tidak menggunakan barang haram yang efeknya buruk bagi kesehatan. Semua personel penerbangan harus bebas narkoba, dan bagi yang terbukti menggunakan narkoba akan diberikan sanksi sesuai dengan UU Nomor 1 tentang Penerbangan serta Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR),” tandas Polana.