Jumat, 07 Desember 2018

Okupansi Hotel Turun, Ini Usulan Strategi Kadin untuk Dongkrak Kunjungan Wisman ke Jatim

Surabaya – Sektor wisata memang termasuk salah satu sumber pemasukan yang besar bagi tiap daerah, tak terkecuali dengan wilayah Jawa Timur. Oleh sebab itu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim memberikan usulan 3 strategi supaya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim terus meningkat.

Menurut Tim Ahli Kadin Jatim, Jamhadi, walaupun kunjungan turis asing di Jatim tahun ini meningkat dari tahun lalu, tetapi dari sisi tingkat keterisian hotel masih cukup rendah. “Kunjungan wisman di Jatim memang meningkat tetapi tingkat keterisian hotel (okupansi) masih sekitar 60 persen. Padahal ada kota-kota tertentu yang punya pariwisata bagus seperti Pasuruan, Malang, daerah-daerah wisata lainnya,” ungkap Jamhadi, Rabu (5/12), seperti dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut Jamhadi menjelaskan, supaya dapat meningkatkan kunjungan wisman Jatim secara makro harus ada koordinasi antara penyelenggara perjalanan wisata dengan pemilik-pemilik hotel dan pihak maskapai penerbangan di Jatim. “Misal Bandara Juanda bisa diperbanyak penerbangan langsung ke sini. Selama ini kan belum ada penerbangan langsung dari China ke sini. Jepang juga tidak ada, tapi di Denpasar, semua negara ada penerbangan langsung. Nah, itu yang perlu dikuatin,” paparnya.

Strategi berikutnya yang bisa ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan provinsi lain, terutama Yogyakarta dan Bali, melalui penyediaan paket wisata antara Bali-Surabaya-Jogja. “Nah, itu cara-cara yang harus ditempuh oleh para pelaku usaha di bidang tourism. Lalu strategi ketiga, dengan menggenjot usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih gesit,” bebernya. Jamhadi mencontohkan, misalnya saja produk batik yang cara berjualannya dirancang agar lebih merakyat seperti lesehan bersimpuh di hotel mewah atau sebagainya.

Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim sepanjang bulan Januari-Oktober 2018 mencapai 266.217 kunjung atau naik 33,4 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 199.598 kunjungan. Sementara itu, pada bulan Oktober 2018 jumlah kunjungan wisman sebesar 25.845 kunjungan atau tumbuh 26,45 persen dari Oktober 2017. Sayangnya walaupun jumlah kunjungan meningkat, namun okupansi atau tingkat keterisian hotel di Jatim selama periode itu justru turun 2,96% dari bulan September 2018, yakni hanya 55,47%.