Senin, 24 Desember 2018

Nonstop hingga 6 Januari 2019, Bandara Juanda Terima 244 Extra Flight

SURABAYA – Hingga artikel ini ditayangkan, Bandara Internasional Juanda resmi menerima 244 pengajuan penerbangan tambahan, baik kedatangan maupun keberangkatan, pada libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Selain itu, pihak Bandara Juanda juga akan beroperasi 24 jam alias nonstop mulai tanggal 20 Desember kemarin hingga 6 Januari 2019 mendatang.

GM AP I Juanda Kolonel Heru memantau persiapan bandara menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2019 - www.jawapos.com


“Hingga hari ini, manajemen telah menerima permohonan 244 penerbangan tambahan, baik kedatangan, maupun keberangkatan, dari lima maskapai domestik, antara lain Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, NAM Air, dan Sriwijaya Air,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Heru Prasetyo, dilansir Jawa Pos. “Ratusan penerbangan itu setara dengan 45.360 kursi tambahan.”

Selain itu, Heru menambahkan, selama libur panjang akhir tahun ini, Bandara Juanda akan beroperasi selama 24 jam agar seluruh calon penumpang bisa terangkut ke tempat tujuan. Pengoperasian selama 24 jam ini berlangsung sejak tanggal 20 Desember 2018 kemarin hingga tanggal 6 Januari 2019 mendatang.

“Dibandingkan dengan periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya, kami prediksi tahun ini pergerakan pesawat akan tumbuh tujuh persen, sedangkan penumpang akan naik sembilan persen,” sambung Heru. “Asumsinya berasal dari tren tahun ke tahun, yang selalu terjadi peningkatan pergerakan ketika memasuki libur Natal dan Tahun Baru.”

Pihaknya sendiri telah resmi membuka Posko pelayanan sekaligus pengawasan angkutan udara yang berlokasi di teras Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Juanda. Pada pelaksanaannya, pihaknya telah berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kantor Otoritas Bandara, AIRNAV, TNI dan Polri, maskapai, ground-handling, BASARNAS, bea cukai, imigrasi, kantor karantina, dan kantor kesehatan pelabuhan.

“Puncak penumpang pulang kampung terjadi pada hari Sabtu (22/12), sedangkan untuk kembali ke perantauan atau arus balik, puncaknya diperkirakan pada Kamis (3/1) atau tidak sampai dua minggu lagi,” lanjut Heru. “Pengoperasian nonstop ini juga mengantisipasi Bandara Juanda menerima limpahan penerbangan pengalihan (divert) maupun kemungkinan pendaratan darurat akibat gangguan teknis saat di udara untuk penerbangan tujuan bandara lain.”