Rabu, 12 Desember 2018

Landasan Pacu Bandara Juanda Ambles, Pesawat Lion Air Sempat Tunda Penerbangan

Jakarta – Landasan pacu atau taxiway di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur ambles ketika dilewati oleh pesawat Lion Air JT316 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Kejadian ini berlangsung pada Senin (10/12) lalu sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut Legal and Communications Section Head PT Angkasa Pura I Juanda Surabaya, Yuristo, pesawat mengalami masalah karena landasan pacu yang amblas ketika berada di taxiway Bandara Juanda. “Notam dari Airnav pukul 17.15 WIB sampai dengan 21.10 WIB, tetapi pada pukul 19.00 WIB perbaikan sudah selesai,” kata Yuristo, Senin (10/12), seperti dilansir Tempo.

Lebih lanjut Yuristo menjelaskan bahwa pesawat dengan nomor registrasi PK-LGQ itu akhirnya berhasil dipindahkan kembali ke Apron B untuk menjalani pengecekan dan pemeliharaan. “Sejumlah 169 penumpang dalam penerbangan tersebut menunggu kembali di terminal keberangkatan. Rencananya pihak Lion Air akan memberangkatkan para penumpang menggunakan pesawat lain dan tercatat, 8 orang diantaranya memutuskan membatalkan penerbangan menuju Banjarmasin tersebut,” ucap Yuristo.

Meski sempat bermasalah, seluruh operasional penerbangan di Bandara Juanda kabarnya tetap berlangsung normal. Taxiway yang amblas tersebut sementara ditutup untuk menjalani perbaikan. “Untuk kelancaran operasional, pesawat yang akan berangkat menggunakan taxiway lain,” beber Yuristo.

Menurut Yuristo, pihak PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda akan menginvestigasi lebih lanjut penyebab pasti kejadian tersebut. Di samping itu, pihak Bandara Juanda juga tengah berkonsentrasi untuk melakukan perbaikan di lokasi kejadian. “Hal itu dilakukan agar dapat segera digunakan untuk mendukung kelancaran operasional,” ucap Yuristo.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan jika penerbangan JT-316 sudah dipersiapkan dengan baik dan akan berangkat menggunakan pesawat Boeing 737-900ER. Pesawat itu juga sudah menjalani proses pemeriksaan sebelum dioperasikan (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight).

Akan tetapi saat pesawat menuju landasan pacu atau runway, pesawat tiba-tiba tidak dapat bergerak (stuck). Padahal kinerja pesawat dan indikator menunjukkan status normal. “Oleh karena itu, guna memastikan keselamatan dan keamanan serta kenyamanan penerbangan, pilot memutuskan menunda keberangkatan dan segera menginformasikan kepada petugas layanan darat (ground handling) serta teknisi untuk melakukan pengecekan,” paparnya.