Kamis, 27 Desember 2018

AP I Maksimalkan AOCC untuk Dukung Kelancaran Angkutan Natal & Tahun Baru

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi lonjakan penumpang dan pergerakan pesawat selama perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di 13 bandara yang berada di bawah pengelolaannya. Segala kesiapan AP I mencakup peningkatan aspek fasilitas, pelayanan, dan keamanan.

Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi mengungkapkan bahwa pihaknya mempersiapkan jaringan CCTV yang terhubung dengan Center of Command di Kantor Pusat PT Angkasa Pura I di Jakarta. Demi mendukung kelancaran operasional bandara selama masa Nataru 2018, Angkasa Pura I Airports pun memaksimalkan Airport Operation Control Center (AOCC) yang sudah beroperasi di 11 bandara.

Sejumlah bandar udara yang memiliki AOCC antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Lombok, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, dan Bandara Pattimura Ambon.

“Keberadaan AOCC ini diharapkan akan memperlancar dan meningkatkan kinerja operasional, service level agreement, dan key performance index bandara selama periode Nataru 2019 sebagai wujud komitmen Angkasa Pura I untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengguna jasa bandara,” jelas Faik, seperti dilansir Tribunnews.

Dalam AOCC tersebut memiliki semua unit kontrol, mulai dari bagian operasi bandara, teknik, termasuk listrik, dan security atau Aviation Security (Avsec) yang dikomandoi Airport Duty Manager (ADM), yang terkoneksi langsung untuk berkoordinasi dengan pejabat terkait hingga ke General Manager (GM). AOCC dapat disebut sebagai ‘otak’ bandara, karena dari sana dapat mengawasi seluruh bandara secara mendetail.

Misalnya saja apabila ada masalah dengan runway, apron, listrik, atau bahkan AC, maka tim teknik dapat langsung turun untuk mengatasi. Demikian pula bila ada penumpang yang dicurigai atau melakukan tindak pelanggaran, maka CCTV dapat segera memperbesar gambar (face detector) dan mempermudah Avsec menindaklanjuti. AOCC pun terkoneksi dengan sejumlah stakeholder, mulai dari pihak airlines atau maskapai, Airnav Indonesia, Imigrasi, Customs, hingga Kepolisian.