Rabu, 21 November 2018

Tahun Depan Garuda Indonesia Bakal Bidik Rute Penerbangan Samarinda-Surabaya

Samarinda – Maskapai Garuda Indonesia jadi maskapai pertama yang melayani rute penerbangan Jakarta-Samarinda melalui Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto-Bandara Soekarno Hatta pada Selasa (20/11) kemarin. Penerbangan ini dilayani dengan armada pesawat Boeing 737-800 sebanyak 1 kali sehari. Dalam waktu dekat kabarnya Garuda juga bakal menambah frekuensi untuk rute tersebut.

Menurut General Manager (GM) PT Garuda Indonesia Branch Office Balikpapan, Boydike Kussudiarso, load factor atau tingkat keterisian penumpang dari dan ke Samarinda cukup baik, sesuai dengan kapasitas pesawat. “Baik sekali, sesuai dengan kapasitas pesawat. Ini menandakan rute ini memang ditunggu-tunggu masyarakat Samarinda. Kami juga akan menambah frekuensi penerbangan ini menjadi dua kali sehari,” ujar Boy di Bandara APT Pranoto, Selasa (20/11), seperti dilansir Tribunnews.

“Kepala Bandara melaporkan bahwa tadi load factornya 97 persen. Ini luar biasa. Karena, 60 persen kursi (pesawat) terisi saja maskapai sudah untung apalagi 90 persen,” sambung Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Garuda pun kabarnya sedang membidik rute-rute gemuk lainnya seperti Samarinda-Makassar dan Samarinda-Surabaya. “Rute yang masuk radar kami itu Surabaya dan Makassar,” beber Boy.

Tetapi menurutnya pembukaan rute baru ini masih membutuhkan proses, terutama dari segi ketersediaan slot penerbangan di bandara tujuan. “Untuk Samarinda-Surabaya mungkin baru tahun depan. Karena kan harus ada pairing antara Bandara APT Pranoto dengan bandara yang dituju. Misalnya masih ada tidak tersedia slotnya di Bandara Juanda Surabaya,” jelas Boy.

Boy pun mengatakan bahwa penumpang Garuda dengan tujuan yang sama dari Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) Balikpapan pun tak akan terganggu karena masing-masing memiliki pasar sendiri. Seiring berjalannya waktu, penerbangan langsung ke Jakarta dari Balikpapan atau Samarinda justru menurutnya akan membentuk segmen penumpang. “Contohnya Solo dan Yogyakarta. Akhirnya keduanya sama-sama hidup. Airlines juga kan punya strategi masing-masing,” tandas Boy.

Sementara itu, Bandara APT Pranoto nantinya juga akan terus dikembangkan agar jumlah penumpang semakin ramai. Menurut informasi dari Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, landasan pacu APT Pranoto akan diperpanjang jadi 2.500 meter dari saat ini yang hanya memiliki panjang 2.250 meter.