Jumat, 23 November 2018

Tahun Depan AP I Bakal Perluas Terminal 1 Bandara Juanda

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I berencana untuk memperluas Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya. Pengembangan T1 yang mulai dilaksanakan tahun depan ini diharapkan dapat menambah daya tampung penumpang agar lebih banyak dari sebelumnya.

Public Relation Head Angkasa Pura (AP) I Surabaya Yuristo menjelaskan bahwa rencananya pengembangan Terminal 1 Bandara Juanda akan dilaksanakan 2 tahap. Usai pengembangan Terminal 1 rampung, kapasitas penumpang ditargetkan dapat mencapai 15 juta orang.

“Kapasitas saat ini 6 juta penumpang per tahun. Dengan adanya rencana pengembangan ini diharapkan kapasitas T1 dapat menampung 8,7 juta penumpang pada tahap pertama hingga 15 juta penumpang pada tahap kedua,” ujar Yuristo, Rabu (21/11), seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut Yuristo menjelaskan bahwa luas Bandara Juanda kini 62.700 meter persegi dan ke depannya akan ditingkatkan jadi 137.200 meter persegi, atau akan ada penambahan luas mencapai 74.500 meter persegi (m2). “Dengan adanya perluasan tersebut, fasilitas ruang tunggu akan menjadi 17 gate dari saat ini 12 gate,” beber Yuristo.

Sayangnya Yuristo masih belum bisa memaparkan secara rinci berapa anggaran untuk pengembangan Bandara Internasional Juanda tersebut. Pasalnya anggaran saat ini masih dalam proses. Akan tetapi, anggaran pengembangan Bandara Juanda telah dimasukkan dalam rencana kerja dan anggaran (RAK). “Anggaran dari dana korporasi dan sudah dianggarkan di RAK tahun 2019,” ucap Yuristo.

Tak hanya perluasan Terminal 1, sebelumnya PT AP I juga mengungkapkan rencananya untuk membangun terminal khusus umrah yang ada di sebelah timur Terminal 1. Adapun untuk pembangunan terminal khusus umrah ini AP I menggelontorkan dana sebesar Rp 750 miliar. “Rencananya akan dibangun sejak Februari 2019 sampai dengan akhir tahun 2019 dengan menambah empat sampai lima ‘gate’ dari 12 ‘gate’ yang sudah ‘existing’ saat ini,” kata Co General Manager PT Angkasa 1 Juanda Yudi Maisa beberapa waktu lalu.

“Dengan adanya pembangunan itu, diharapkan semuanya bisa terpisah, termasuk juga untuk terminal keberangkatan dan juga kedatangan, sehingga tidak terlihat semrawut,” tandas Yudi.