Minggu, 18 November 2018

Pasca Diresmikan, Bandara APT Pranoto Samarinda Dikelola PT Angkasa Pura I

Jakarta – Setelah diresmikan pada tanggal 25 Oktober 2018 lalu, pengelolaan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur rupanya diserahkan oleh pemerintah pada PT Angkasa Pura (AP) I. Serah terima ini dilakukan setelah penandatangan kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan PT Angkasa Pura I terkait kerja sama pengoperasian bandar udara tersebut.

Kemenhub tugaskan PT AP I kelola Bandara APT Pranoto Samarinda - beritatrans.com


“Dengan kapasitas runway yang cukup 2.250 meter kami pikir bandara ini bisa berfungsi lebih maksimal. Oleh karenanya kita akan menugaskan PT Angkasa Pura I untuk selaku pengelola nanti diikuti dengan kerjasama pengelolaan,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jumat (26/10), seperti dilansir Liputan6.

Dikelolanya Bandara APT Pranoto oleh PT AP I diharapkan dapat berada di bawah pengelolaan pihak yang lebih profesional tanpa memakai dana APBN. “Jadi ini (nantinya) adalah uang swasta melalui BUMN dan saya harapkan AP I yang berpengalaman dapat menjalankan dengan baik,” kata Budi.

Tak hanya memberi kesempatan pada PT AP I untuk bertindak sebagai pengelola, Budi juga memberikan peluang pada pemerintah daerah lewat BUMD untuk turut mengelola Bandara APT Pranoto. Dengan beroperasinya Bandara APT Pranoto Samarinda diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas masyarakat, khususnya warga Samarinda.

“Kita tahu bahwa transportasi udara mempunyai karakteristik yang cepat dan mudah dan bagi Samarinda kita tahu persis bahwa ini memberikan suatu aksesibilitas yang baik sekali. Karena penumpang dari Samarinda tidak harus ke Balikpapan dulu, tapi nanti bisa langsung ke Jakarta dan Surabaya,” ungkap Budi.

Bandara APT Pranoto sendiri sebelumnya berada di bawah pengelolaan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) di bawah Kementerian Perhubungan dengan status lahan telah dihibahkan sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke Kementerian Perhubungan. Setelah diserahterimakan ke AP I, Bandara APT Pranoto tentunya akan lebih berkembang.

“Mengenai pembangunan bandara yang sudah selesai ini, seperti dijelaskan Dirjen kurang lebih sekitar Rp 1,8 triliun. Dimana APBD memang lebih banyak porsinya di sini. APBN kurang lebih sekitar Rp 200 miliar. Tapi berikutnya, bandara ini membutuhkan pengembangan, misalnya memperpanjang runway, memperbesar terminal, dan sebagainya. Kita harapkan sumber dananya dari kerja sama pengelolaan tadi,” tandasnya.