Jumat, 26 Oktober 2018

Terapkan Cashless, Bus Damri Bandara Juanda Kini Bisa Bayar Pakai Kartu Brizzi

Surabaya – Perum Damri bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Cabang Surabaya dan mulai menerapkan sistem pembayaran non tunai (cashless) pada Rabu (24/10) lalu. Untuk permulaan, sistem pembayaran cashless tersebut diberlakukan untuk bus Damri yang beroperasi di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

Lewat kerjasama tersebut, para penumpang bus Damri di Bandara Juanda diharuskan bertransaksi menggunakan Brizzi, layanan uang elektronik dan BRI. Nominal Brizzi yang disediakan mulai dari Rp 25.000 sampai Rp 40.000, sesuai dengan jurusan yang hendak dituju, misalnya saja Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal Purabaya atau Bungurasih, dan Gresik.

“Penggunaan kartu Brizzi ini tentu akan memudahkan penumpang dalam pembayaran. Selama ini menggunakan manual (bayar pakai uang tunai). Tentu metode pembayaran ini berpotensi terjadi kebocoran,” ujar General Manager Perum Damri Cabang Surabaya, Totok Budi Santoso di Terminal 1 Bandara Juanda, Rabu (24/10), seperti dilansir Sindonews.

Lebih lanjut Totok mengungkapkan bahwa nantinya semua angkutan Damri di Surabaya kemungkinan akan memakai Brizzi sebagai metode pembayaran. “Ini (penggunaan kartu Brizzi di bus Damri Juanda) sebagai uji coba. Jika hasilnya baik maka akan kami perluas untuk pembayaran di bus Damri yang lain,” papar Totok.

Setiap hari terdapat 39 armada bus Damri yang mengangkut hingga 3.500 penumpang. Sementara itu, jumlah keseluruhan armada, mulai dari bus bandara, bus angkutan kota, dan bus pariwisata mencapai 110 armada. Tiap hari ada 6.000 penumpang yang diangkut menggunakan armada Damri. Ribuan penumpang itulah yang disasar dapat bertransaksi dengan kartu Brizzi.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Surabaya, PT BRI Tbk, Andreas Chandra Santoso menuturkan bahwa pihaknya juga menyiapkan counter khusus yang menyediakan kartu Brizzi di Bandara Juanda. Harapannya, dengan keberadaan kartu Brizzi di bus Damri ini bukan hanya dapat mendorong masyarakat untuk bertransaksi tanpa uang tunai, tetapi juga dapat memudahkan pengawasan uang keluar dan masuk.

“Kami terus berupaya mengurangi pembayaran uang tunai. Kalau pakai uang tunai, beresiko palsu dan lusuh. Ketika pakai Brizzi, tidak ada biaya admin. Jadi berapa yang dibayarkan, itu yang akan diisikan dalam saldo,” pungkas Andreas.