Sabtu, 06 Oktober 2018

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Jawa Timur Naik 25,7%

Surabaya – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke wilayah Jawa Timur dilaporkan mengalami pertumbuhan mencapai 25,7 persen. Sayangnya kenaikan jumlah kunjungan turis asing ini rupanya tidak dibarengi dengan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jatim yang justru turun sebesar 1,21 poin.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, jumlah kunjungan wisman ke Jatim melalui Bandara Internasional Juanda Sidoarjo selama periode Agustus 2018 mencapai angka 34.166 kunjungan atau naik 25,7% dari bulan Juli 2018 lalu. “Bahkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tingkat kunjungannya tumbuh 34,88%,” ujar Teguh, Senin (1/10), seperti dilansir Bisnis.

Wisatawan mancanegara yang mendominasi kunjungan ke Jawa Timur berasal dari negara Malaysia sebesar 24,40%, kemudian ada juga wisman dari Singapura sebesar 8,81%, disusul oleh wisman asal China sebanyak 5,16%, dan diikuti pula wisman asal negara-negara lain seperti Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Jepang, India, Korea Selatan, dan Hong Kong.

Lebih lanjut Teguh menuturkan jika peningkatan kunjungan wisman ini tak sebanding dengan TPK hotel yang turun 1,21 poin. Menurut data BPS, TPK hotel di Jatim selama Agustus 2018 hanya sebesar 57,67%. TPK hotel bintang 4 sendiri dapat menembus angka 62,71%. “Ini memang aneh, kunjungan naik tapi hunian hotel turun. Jadi perkiraan kami, wisatawan ini hanya mendarat saja di Jatim dan sebetulnya mereka wisatawan yang mau ke Bali dan Lombok. Apalagi sebelumnya berbulan-bulan ada gangguan bencana Lombok,” paparnya.

Di sisi lain, Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Timur berpendapat bahwa kondisi pariwisata di Jatim tahun ini memang kurang positif walaupun menunjukkan adanya peningkatan. Menurut Ketua Dewan Pengawas Tata Krama (Depeta) Asita Jatim, Nanik Sutaningstyas, masyarakat kini cenderung lebih suka pelesir ke luar negeri karena banyaknya paket tour ke luar negeri yang murah.

“Hal ini rupanya sudah dipahami oleh pihak terkait yang membidanginya seperti Singapore Tourism, Hongkong Tourism, Malaysia Tourism, Thailand Tourism bahkan baru-baru ini juga India Tourism berbondong-bondong datang ke Jatim untuk promosi,” kata Nanik.

Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah memperbanyak fasilitas dan membangun infrastruktur di bidang pariwisata. “Pemerintah juga harus berusaha seperti memberi stimulan di bidang tours, contohnya Dishub Jatim membuka rute kapal dari Probolinggo ke Madura, Gili Labak, Gili Genting, Gili Iyang karena itu obyek wisata potensial sehingga bisa menggandengkan objek primadona Jatim Bromo ke Madura,” ungkapnya.