Kamis, 04 Oktober 2018

Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Juanda Turun 15,81%

Jakarta – Menurut laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Agustus 2018 mengalami penurunan yang cukup signifikan daripada bulan sebelumnya. Jumlah penumpang pesawat domestik dilaporkan turun 9,69% dari 8,9 juta penumpang pada Juli 2018 menjadi 8,1 juta pada Agustus 2018.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, penurunan jumlah penumpang angkutan udara ini diakibatkan oleh banyaknya wisatawan yang memanfaatkan musim liburan pada bulan Juli untuk bepergian. Sedangkan penumpang pesawat internasional atau luar negeri pada Agustus 2018 justru naik 1,32% daripada bulan Juli 2018.

“Jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, tidak termasuk penumpang jemaah haji pada Agustus 2018 sebanyak 1,6 juta orang atau naik 1,32 persen dibanding Juli 2018,” kata Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (1/10), seperti dilansir Kabarbisnis. “Ini bisa dipahami karena bulan-bulan Agustus adalah bulan pasca liburan anak sekolah, dan pasca liburan Ramadan,” sambung Suhariyanto.

Lebih lanjut Suhariyanto menjelaskan jika penurunan jumlah penumpang terjadi pada Bandara Hasanuddin Makassar sebesar 16,12 persen, Bandara Juanda Surabaya 15,81 persen, Bandara Kualanamu Medan 12,20 persen, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang 9,40 persen, dan Bandara Ngurah Rai Denpasar 6,67 persen.

“Jumlah penumpang domestik terbesar melalui Soekarno-Hatta, yaitu mencapai 1,9 juta orang atau 23,88 persen dari total penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya 720,7 ribu orang atau 8,91 persen,” beber Suhariyanto.

Sedangkan jumlah penumpang angkutan udara domestik (dalam negeri) untuk periode Januari-Agustus 2018 mencapai angka 62,9 juta orang atau meningkat 7,67% dari periode yang sama tahun 2017 lalu sebesar 58,4 juta orang. Perolehan jumlah penumpang paling banyak ada di Bandara Soetta yang mencapai 15,2 juta orang atau 24,09% dari keseluruhan penumpang domestik, disusul oleh Bandara Juanda Surabaya sebanyak 5,5 juta orang atau 8,73%.