Senin, 15 Oktober 2018

Januari-September 2018, Jumlah Penumpang Bandara Juanda Naik 7,1%

SURABAYA – Jumlah masyarakat yang menggunakan Bandara Internasional Juanda untuk bepergian ke/dari luar kota atau luar negeri mengalami peningkatan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2018 ini. Menurut data PT Angkasa Pura I, jumlah penumpang domestik di Bandara Juanda sepanjang periode Januari hingga September 2018 mengalami peningkatan 6,1 persen, sedangkan jumlah penumpang internasional tumbuh 14,6 persen.



Dikutip dari akun Twitter resmi Bandara Juanda, sepanjang Januari hingga September 2018, jumlah penumpang domestik tercatat sebanyak 14.224.031 orang, atau naik 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 13.380.660 orang. Sementara, jumlah penumpang internasional tercatat sebesar 1.682.866 orang, naik dari 1.468.935 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara rata-rata, jumlah penumpang harian yang menggunakan jasa Bandara Juanda untuk bepergian sebanyak 58.159 orang per hari, atau meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 54.142 orang per hari. Jika diakumulasikan, jumlah penumpang Bandara Juanda sepanjang tahun berjalan sebanyak 15.906.897 orang, atau tumbuh 7,1 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 14.849.595.

Sejalan dengan kenaikan jumlah penumpang, pergerakan pesawat di Bandara Juanda juga mengalami peningkatan sepanjang Januari hingga September 2018 hingga 7,7 persen menjadi 118.244 pergerakan, dari tahun sebelumnya yang sebesar 109.755 pergerakan. Per hari, pergerakan pesawat di Bandara Juanda mencapai 450 pergerakan, naik tipis dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 413 pergerakan.

Tidak cuma penerbangan komersial, layanan penerbangan kargo di Bandara Juanda mulai awal tahun hingga September kemarin juga mencatatkan pertumbuhan. Pada tahun 2018 ini, penerbangan kargo total melayani 82.519.383 kg pengiriman, jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 71.562.486 kg pengiriman. Pengiriman kargo domestik mengalami peningkatan 24 persen, namun pengiriman kargo internasional justru menurun 13,8 persen.