Rabu, 03 Oktober 2018

Hari Batik Nasional, Bandara Juanda Gelar Fashion Show & Canting On The Spot

Sidoarjo – Bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional pada Selasa (2/10) kemarin, Bandara Internasional Juanda Surabaya menyuguhkan hiburan Fashion Show khusus batik di ruang tunggu Gate 10 Terminal 1 Juanda. Deretan model cantik berjalan berlenggak-lenggok dalam balutan busana batik yang apik.

“Ini dalam rangka Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari ini. PT Angkasa Pura 1 Juanda. Kami ingatkan kepada semua penumpang agar tak melupakan batik sebagai ikon budaya leluhur,” ujar General Manajer PT Angkasa Pura Juanda Haru Prasetyo, seperti dilansir Okezone.

Bukan hanya sajian Fashion Show Batik saja, pihak Bandara Juanda pun menyuguhkan kegiatan canting on the spot di ruang tunggu penumpang dan pembagian doorprize. Para pengguna jasa Bandara Juanda pun diizinkan untuk mencoba membatik menggunakan canting di sana. Tak ketinggalan, GM Bandara Juanda Heru Prasetyo pun mencoba sendiri bagaimana sulitnya membatik.

“Tidak mudah ya membatik. Butuh ketelatenan dan kreativitas. Tidak heran jika batik menjadi warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan. Makanya kami kenalkan budaya batik ini di bandara,” ungkap Heru.

Dalam acara tersebut, yang berhak tampil dalam Fashion Show adalah para tenant yang selama ini sudah membuka stan dan layanan di Bandara Juanda. Sedangkan yang memeragakan kegiatan membatik adalah UKM binaan PT AP I Cabang Juanda, yakni UKM Batik dari Mojoagung, Jombang. “Betapa bernilainya batik. Harus canting begini. Mari cintai batik sebagai peninggalan budaya penuh nilai,” beber Heru.

Sementara itu, Muh Nurcholis, UKM Batik dari Karang Winongan, Mojoagung mengaku bangka lantaran dapat diberi kesempatan untuk tampil di Bandara Juanda. Menurutnya, para pelaku UKM memang perlu diberi wadah seperti pameran di tempat-tempat yang strategis layaknya bandara. “Tapi saya akui bahwa saat ini sulit mencari tenaga canting. Banyak yang sudah tua tukang cantingnya. Sampai saya mendatangkan tukang canting dari Tulungagung. Para perempuan saat ini lebih senang jadi TKW daripada membatik,” ucap Nurcholis.