Selasa, 09 Oktober 2018

Event IMF-World Bank, Apron Bandara Juanda Tambah 7 Parking Stand

JAKARTA – PT Angkasa Pura I telah menyiapkan beberapa bandara alternatif sebagai tempat parkir pesawat para delegasi pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali pada 8 hingga 14 Oktober 2018, salah satunya Bandara Internasional Juanda. Apron bandara yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo tersebut akan bertambah 7 parking stand untuk pesawat narrow body dan satu helikopter, sehingga kapasitas meningkat menjadi 51 parking stand.

“Terdapat lima bandara yang disiapkan sebagai alternatif selama berlangsungnya event akbar yang akan dihadiri sekitar 17 ribu orang dari 189 negara ini, yaitu Bandara Internasional Lombok, Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara El Tari Kupang,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi, dilansir Tempo. “Hal ini adalah upaya kami untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.”

Sebenarnya, Bandara I Gusti Ngurah Rai telah dilakukan beberapa pengembangan, antara lain perluasan apron dari kapasitas 53 parking stand menjadi 63 parking stand. Kemudian, penambahan rapid exit taxiway untuk meningkatkan jumlah pergerakan pesawat hingga 33 pergerakan per jam, serta penambahan check-in counter menjadi 126 unit. Namun, sebagai langkah antisipasi jika pergerakan pesawat melebih kapasitas apron, perusahaan telah menyiapkan program perluasan bandara-bandara alternatif.

Di Bandara Juanda, apron bertambah 7 parking stand untuk pesawat narrow body dan satu helikopter, sehingga kapasitas apron menjadi 51 parking stand. Sementara, di Bandara Internasional Lombok, dilakukan perluasan apron dengan tambahan 8 parking stand untuk pesawat narrow body, di Bandara Sultan Hasanuddin bertambah 8 parking stand, Bandara Adi Soemarmo menambah 9 parking stand, dan Bandara El Tari menambah 5 parking stand.

“Seluruh fasilitas di bandara-bandara alternatif tersebut telah melalui proses verifikasi siap operasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” sambung Fahmi. “Diharapkan dapat mendukung kesuksesan penyelenggaraan event akbar pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali.”