Sabtu, 29 September 2018

Layani Transit, Keterisian Penerbangan Citilink Rute Kertajati-Surabaya Masih 65%

Jakarta – Maskapai berbiaya murah, Citilink Indonesia tercatat sebagai maskapai pertama yang melakukan pembukaan rute penerbangan dari Bandara Kertajati, Jawa Barat ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Rute Kertajati-Surabaya tersebut kini sudah melayani rute transit dari Kertajati via Surabaya menuju Denpasar, Pontianak, dan Balikpapan.

Akan tetapi sampai saat ini tingkat keterisian kursi atau seat load factor (SLF) pesawat Citilink untuk rute tersebut hanya sekitar 65% saja. “Kita juga belum rencana penambahan rute baru dari Kertajati,” ungkap Vice President Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia, Ranty A. Rachman, Jumat (29/9), seperti dilansir Kontan.

Citilink melayani penerbangan Kertajati-Surabaya sebanyak 1 kali setiap hari. Karena tingkat keterisiannya masih relatif rendah, pihak Citilink pun melakukan kerjasama dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dengan menawarkan sejumlah promo. “Kita coba promosi dan publikasikan adanya koneksi ke kota lain selain Surabaya. Karena Surabaya sudah bisa jadi hub ke rute yang terkoneksi lain,” beber Ranty.

Di sisi lain, kondisi Bandara Kertajati hingga kini memang diakui masih belum maksimal menyerap penumpang angkutan udara. “Saya melihat, salah satu sebabnya itu, yakni operasional penerbangan di bandara tersebut, masih sangat minim,” jelas Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti, Selasa (25/9).

Di samping itu, faktor lain berupa aksesibilitas juga sangat mempengaruhi. Oleh sebab itu pemerintah kini sedang berupaya membangun tol yang tersambung dengan Bandara Kertajati dan melengkapi infrastruktur lainnya. “Jadi, keberadaan infrastruktur penunjang lain juga menjadi kendala bagi bandara ini. Seperti hotel, komersial area, itu yang kita tunggu dari daerah itu. Kalau itu sudah siap baru kita kembangkan,” ucap Polana.

Pihaknya pun sedang berupaya mengembangkan BIJB dengan memperpanjang landasan pacu atau runway dari yang sebelumnya 2.500 meter menjadi 3.000 meter. “Bandara Kertajati ini juga akan digunakan untuk umroh,” jelasnya.