Rabu, 12 September 2018

Bandara Terus Diperluas, Angkasa Pura I Ajak Para Pengusaha untuk Investasi

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I mengajak para pengusaha untuk berinvestasi sekaligus bekerjasama di sejumlah bandara yang berada di bawah pengelolaannya. Hal ini seiring dengan beroperasinya beberapa bandara lain yang ditargetkan rampung tahun 2019 dan 2020 mendatang.

Menurut Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devy Suradji, terdapat 3 proyek pengembangan bandara yang tengah dikerjakan PT AP I. Proyek yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional (PSN), Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, dan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo. Bahkan Bandara Ahmad Yani telah beroperasi dari Juni 2018 lalu walaupun pembangunannya masih belum rampung seutuhnya.

“Selain itu, Angkasa Pura I juga melakukan pengembangan bandara lainnya, seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, T3 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Lombok Praya, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara El Tari Kupang,” ujar Devy, Kamis (6/9), seperti dilansir Liputan 6.

“Hampir semua bandara yang kita kelola mengalami perluasan. Perluasan terminal ini akan mampu memberikan dampak bisnis bagi perusahaan dan swasta sebagai tenant yang saling menguntungkan,” sambung Devy.

Lebih lanjut Devy mengungkapkan bahwa terminal bandara kini bukan hanya sebagai tempat orang lalu-lalang untuk datang dan pergi, namun juga sebagai tempat untuk mengembangkan bisnis dengan cara menjual sejumlah produk, seperti halnya di pusat perbelanjaan dan mall.

Oleh sebab itu, bandara-bandara AP I menyediakan sejumlah gerai yang dapat disewa tenant untuk mempromosikan produk dan jasanya pada penumpang maupun non-penumpang. “Ruangan yang kita sewakan tidak saja diperuntukkan bagi perusahaan besar saja tapi kita juga menyiapkan ruang untuk usaha kecil menengah,” beber Devy.

Di Bandara Juanda misalnya, PT AP I tengah memperluas terminal dengan menyediakan tempat bisnis yang dapat digunakan oleh para pengusaha untuk mengembangkan usahanya. “Peluang menjadi tenan di bandara yang dikelola AP I sangat besar, mengingat setidaknya ada lebih 90 juta penumpang setiap tahun yang terbang dan mendarat di 13 bandara dengan komposisi 45 persen wanita dan 55 persen pria,” jelas Devy.

Tak hanya itu, pengembangan bandara-bandara AP I ini juga dilakukan demi mengatasi lack of capacity yang menjadi permasalahan utama di sejumlah bandar udara. Kapasitas bandara yang tidak sebanding dengan pertumbuhan trafik penumpang yang naik secara signifikan tiap tahunnya.