Kamis, 27 September 2018

Atasi Masalah Over Capacity, AP I Tahun Ini Tambah Terminal & Beautifikasi Bandara

Jakarta – Seluruh bandara yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura (AP) I rupanya mengalami permasalahan yang sama, yakni over capacity atau kelebihan kapasitas. Sebanyak 13 bandara yang dikelola oleh PT AP I dalam 1 tahun melayani 89 juta penumpang. Jumlah tersebut dilaporkan melebihi kapasitas terminal yang ada di setiap bandar udara.

“Saya ambil contoh, Bandara Adi Sucipto itu kapasitasnya 1,8 juta penumpang per tahun, hari ini sudah 7,8 juta. Itulah perlunya kita mengoperasikan Bandara Kulon Progo sesegera mungkin,” kata Direktur Pemasaran & Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero), Devy Suradji di Kementerian BUMN, Rabu (26/9), seperti dilansir CNBCIndonesia.

Menurut Devy, dengan pembangunan bandara di Kulon Progo bisa memudahkan penumpang menjangkau wilayah lain di Jawa Tengah yang selama ini hanya terpusat di Bandara Adisutjipto saja. “Orang bisa menempuh waktu 1,5 jam sampai 2 jam lagi untuk ke tempat tujuan. Kalau dibikin bandara baru bisa lebih dekat,” jelasnya.

Pihak perseroan sendiri berencana untuk meningkatkan kapasitas di 7 bandara yang berada di bawah naungannya. Setidaknya dibutuhkan investasi sebesar Rp 18,8 triliun tahun ini untuk pengembangan bandara-bandara tersebut. Tak hanya itu, PT AP I juga sedang melakukan perubahan pada 12 dari 13 bandara, yang meliputi ekspansi, mempercantik bandara, dan menambah terminal baru, termasuk di Bandara Internasional Juanda.

Lebih lanjut Devy mengungkapkan jika seluruh modifikasi tersebut dilakukan secara bersamaan tanpa membedakan level bandara. Salah satunya perubahan pada Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado. “Di Manado yang didahulukan beautifikasinya karena jumlah penumpangnya masih belum full,” beber Devy.

Kemudian AP I juga akan menambah terminal baru di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar. Pasalnya terminal yang ada sekarang ini telah kelebihan kapasitas dikarenakan banyak penumpang transit ke pesawat untuk wilayah timur. Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan pun tak luput dari pengembangan. “Supaya dia tidak hanya untuk penumpang, tapi juga buat pengunjung. Supaya ekonominya bergerak,” ucap Devy.

Sementara itu, ada juga beberapa bandara yang masih mengejar keuntungan, misalnya saja bandara di Ambon dan Biak. AP I masih berusaha agar bandara-bandara tersebut tidak merugi lantaran jumlah penumpangnya masih tergolong sedikit, hanya di bawah 2 juta. “Setiap kali AP I dapat bandara, jangan dipikir untung. Rata-rata bandara di bawah kapasitas 2 juta masih rugi,” tandasnya.