Rabu, 26 September 2018

Annual Meeting IMF-World Bank Dipastikan Tak Ganggu Penerbangan Reguler

Tangerang - Annual Meeting IMF-World Bank akan segera digelar di Bali pada Oktober 2018 depan dan dihadiri oleh 19.800 peserta dari 189 negara anggota IMF di seluruh dunia. Ajang tahunan tersebut diperkirakan bakal mempengaruhi lalu lintas udara yang menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Alhasil banyak yang mengkhawatirkan, apakah acara pertemuan tahunan itu bakal mengganggu jadwal penerbang reguler atau tidak. “Menurut catatan kami, masih cukup. Penerbangan biasa dan kegiatan IMF masih cukup, dengan 35 movement (pergerakan pesawat) per jam itu cukup, karena sebagian dari mereka juga pakai (penerbangan) reguler,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (25/9), seperti dilansir Kompas.

PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Ngurah Rai sendiri sudah berupaya meningkatkan kapasitas di bandara tersebut dengan menambah jumlah pergerakan pesawat mencapai 35 kali pergerakan take off-landing dalam 1 jam. Sementara itu, untuk tempat parkir pesawat rupanya pihak Kemenhub sudah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar bisa menggunakan bandara di luar Bali.

Bandara-bandara seperti Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Adi Soemarmo di Solo, Bandara Zainul Abdul Madjid di Lombok, Bandara Adisutjipto di Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, serta Bandara Sultan Hasanuddin di Ujung Pandang nantinya akan digunakan tempat parkir pesawat para delegasi. “Sebagian (pesawat) tetap parkir di Bali, sebagian disebar ke tempat lain. Tapi, kalau tamu-tamu kepala negara kami minta tetap di Bali,” ungkap Budi.

Di Bandara Ngurah Rai setidaknya terdapat 10 stand parkir untuk pesawat aero body. “Tapi kita belum bicara teknisnya dengan penyelenggara pertemuan IMF-World Bank berapa pesawat yang parkir di sini,” beber Co General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sigit Herdiyanto.

Apabila jumlah pesawat yang diparkir ternyata melebihi kapasitas di Bandara Ngurah Rai, maka pesawat reguler yang biasa bermalam di Bandara Ngurah Rai akan dipindah ke bandara terdekat. “Bisa ke bandara di Banyuwangi, Bandara Juanda, Lombok atau yang lainnya,” ujarnya.

Opsi kedua, bisa saja pesawat delegasi yang justru dipindahkan ke bandara lain. “Kita belum tahu berapa pesawat yang akan bermalam di sini. Yang terpenting kita sudah menyiapkan 10 parking stand kosong dan 21 yang terpakai untuk pertemuan IMF-World Bank,” tandasnya.