Jumat, 31 Agustus 2018

Tarif Batas Bawah Tiket Pesawat Bakal Dinaikkan untuk Ciptakan Iklim Bisnis yang Sehat?

Yogyakarta – Harga tiket pesawat tak lama lagi disebut-sebut akan mengalami kenaikan. Pasalnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya telah menyatakan bakal menaikkan tarif batas bawah tiket pesawat sebesar 5% dari yang sebelumnya 30% nantinya akan jadi 35%.

Menurut Menhub, penetapan tarif batas bawah tiket pesawat tersebut sudah disesuaikan dengan perkembangan industri penerbangan yang menghadapi tekanan dari segi kenaikan biaya operasional. Dengan dinaikkannya tarif batas bawah diharapkan dapat memberi kepastian keamanan dalam industri penerbangan.

“Kami ingin industri penerbangan kita semakin sehat. Agar, tidak terjadi persaingan yang saling membunuh,” kata Menhub Budi Karya, Rabu (29/8) di Yogyakarta, seperti dilansir Viva. Budi menambahkan, kenaikan tarif batas bawah sebesar 5% sudah dirasa realistis dan sesuai dengan perhitungan yang dilakukan sedemikian rupa.

“Makanya, angka-angka tersebut riilnya naik 10 persen (batas bawahnya). Tetapi, kita hitung kembali hanya kasih 5 persen. Ini akan disosialisasikan. Jadi, orang masuk ke sini baik, tapi industri kita juga sehat. Karena yang mengangkut turis ke indonesia penerbangan kita semua. Kalau mereka enggak sehat ini jadi masalah. Kalau naik lima persen sangat kecil sekali,” jelas Budi.

Di sisi lain, General Manager Garuda Indonesia Branch Office Yogyakarta, Jubi Prasetyo mengungkapkan, tarif batas bawah tiket pesawat ini sengaja diberlakukan supaya pihak maskapai tidak jor-joran menjual tiket murah supaya persaingan di dunia bisnis penerbangan pun tetap sehat. “Ada tarif batas bawah dan ada tarif batas atas untuk menjaga iklim persaingan tetap sehat, selama ini Garuda Indonesia mengikuti regulasi yang berlaku,” jelas Jubi.

Walaupun nantinya penetapan ini akan secara langsung berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat, tetapi menurutnya tak akan banyak mempengaruhi minat masyarakat untuk bepergian dengan moda transportasi udara, karena hal ini sudah menjadi sebuah kebutuhan. “Kalau naik turunnya harta tiket pesawat justru lebih banyak dipengaruhi oleh supply-demand, jadi pada season tertentu seat memang penuh yang menyebabkan adanya kenaikan harga tiket pesawat,” tutupnya.