Sabtu, 04 Agustus 2018

Pesawat Saudi Arabia Rusak, Ratusan Jemaah Haji Tertahan di Bandara Juanda

Sidoarjo – Pelaksanaan penerbangan haji rupanya sempat terkendala masalah teknis. Sebanyak 444 calon jemaah haji embarkasi Surabaya tertahan selama 6 jam di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada Jumat (3/8) kemarin. Rombongan kloter 49 tersebut tak dapat berangkat sesuai jadwal lantaran pesawat Saudi Arabia Airlines yang mengangkut kloter sebelumnya mengalami kerusakan.

Jika berdasarkan jadwal, kelompok terbang 49 sebenarnya sudah harus berangkat ke Jeddah, Arab Saudi pada pukul 06.30 WIB. Tetapi karena pesawat rusak, jemaah pun baru dapat berangkat pada jam 12.30 WIB. Alhasil ratusan jamaah calhaj pun menunggu di Bandara Juanda.

Ratusan calhaj tersebut menunggu di ruang tunggu Gate 11 dan 12 Bandara Juanda. Demi menghindari penumpukan calhaj, PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda pun meminta panitia jemaah haji embarkasi Surabaya untuk menunda pemberangkatan kloter berikutnya ke bandara. Mereka diminta menunggu di Asrama Haji Sukolilo sampai memperoleh kepastian jadwal berangkat.

Kasubbag Informasi Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, Markus membenarkan adanya penundaan pemberangkatan haji tersebut. Tetapi Markus memastikan jika pelayanan dan kenyamanan para jemaah tetap berlangsung lancar. “Memang sempat tertunda, tetapi akhirnya sudah bisa diberangkatkan. Pihak Maskapai Saudi Arabia Airlines juga sudah memberikan kompensasi kepada para jamaah. Tidak ada masalah,” ujarnya, seperti dilansir iNews.

Ketika ditanyai perihal kerusakan pesawat, Markus mengaku tak tahu-menahu, karena hal itu adalah urusan internal pihak maskapai. “Kabarnya ada kerusakan. Tetapi rusaknya karena apa, kami tidak tahu. Tugas kami hanya memastikan seluruh jamaah tidak telantar,” ungkapnya.

Pesawat Saudi Arabia Airlines mengalami kerusakan saat hendak mengangkut kloter 47, sehingga rombongan kloter baru dapat berangkat jam 05.00 WIB dari jadwal semula pukul 01.30 WIB. Keterlambatan ini tentunya berdampak pada kloter berikutnya, termasuk kloter 49 hingga 51.

Kloter 50 misalnya, mengalami keterlambatan penerbangan selama 8 jam. Sementara itu, kloter 51 kemarin masih belum memperoleh kepastian jadwal terbang. “Kalau kloter 50 sudah pasti malam nanti (Jumat). Nah kloter 51 ini yang belum. Pihak maskapai sudah berkirim surat dan memastikan molor. Tetapi, waktunya tentatif. Bisa sebentar bisa lama. Mudah-mudahan saja segera ada kepastian,” ujar Markus.

Demi menghindari dampak keterlambatan pada kloter lain, Kemenag pun telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan meminta supaya kendala penerbangan cukup hingga kloter 51 saja. “Hasilnya mereka menyepakati. Sehingga untuk kloter 52 dan seterusnya akan kembali normal,” tandasnya.