Kamis, 23 Agustus 2018

Pembangunan Dikebut, Proyek MERR-Tol Bandara Juanda Ditargetkan Rampung Desember 2018

Surabaya – Proyek pembangunan jalur middle east ring road (MERR) atau Jalan Ir Soekarno yang terhubung dengan jalur Tol Juanda rupanya mulai menunjukkan progres yang menggembirakan. Jalur MERR – Tol Juanda kabarnya akan segera rampung dan memudahkan akses masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari Surabaya Timur.

Hal ini ditandai dengan pengerjaan proyek sisa MERR IIC Gununganyar. Walaupun saat ini masih berupa jalur tanah yang mulai dipadatkan, tetapi sudah tak ada lagi bangunan yang menghalangi. Selain itu 9 persil yang dikonsinyasi pun kabarnya telah diselesaikan. Proyek yang awalnya digarap oleh pemerintah pusat tersebut saat ini tersisa di UPN dan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun berkomitmen untuk merampungkannya.

Saat ini telah dilakukan proses pemadatan jalur sisa MERR yang terhubung dengan Tol Juanda sepanjang 1,6 km. “Targetnya memang Desember kelar dan langsung dioperasikan,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya, Erna Purnawati, seperti dilansir Tribunnews.

Ketika memutuskan untuk mengambil alih proyek yang sempat tersendat hingga UPN tersebut, pihak Pemkot Surabaya pun berkewajiban untuk menyelesaikan hingga 1.500 meter. Selain itu ada juga fasilitas umum milik pengembang Purimas yang juga akan dilalui oleh MERR sisa tersebut sejauh 300 meter. Namun jalur tersebut kabarnya akan digarap sendiri oleh Purimas. “Bukan kami yang ngerjakan. Mereka juga sudah lelang,” jelas Erna.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa ia berharap proyek MERR dan pembebasan lahan untuk Jalur Luar Lingkar Timur (JLLT) bisa segera dipercepat pembangunannya, sebab hal ini terkait dengan rencana pembangunan Terminal 3 Bandara Internasional Juanda. “Rencana terminal 3 Juanda ke arah Surabaya sehingga akan menguntungkan dari sisi investasi yang berimbas bagi perekonomian di kawasan tersebut,” katanya, Sabtu (18/8).

Erna menambahkan, proses pembebasan lahan JLLT kini telah mencapai 30-40% dari total panjang 16 km. Nantinya jalur tersebut akan menghubungkan kawasan Suramadu sampai perbatasan Sidoarjo. “Untuk jumlah persil yang dibebaskan 450 persil, saat ini masih 100 persil lebih yang sudah kita bayar. Tapi kami tidak membangun sendiri karena ada sekitar 2 km yang akan dikerjakan oleh pengembang perumahan yang terkena proyek JLLT,” ungkapnya.