Jumat, 10 Agustus 2018

Obligasi & Sukuk PT Angkasa Pura I Kembali Kantongi Peringkat Triple A dari Pefindo

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I berhasil mempertahankan peringkat (rating) idAAA atau Triple A dari lembaga rating PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan outlook stabil selama periode 7 Agustus 2018 hingga 1 Agustus 2019.

Di samping itu, Pefindo juga kembali menetapkan peringkat idAAA untuk Obligasi I Angkasa Pura I Seri A, Seri B, Seri C tahun 2016 senilai Rp 2,5 triliun dan peringkat idAAA terhadap Sukuk Ijarah I Angkasa Pura I Seri A, Seri B, Seri C tahun 2016 senilai Rp 500 miliar pada periode yang sama dengan periode rating secara korporasi, yakni 7 Agustus 2018 hingga 1 Agustus 2019.

Rating atau peringkat tersebut diberikan oleh Pefindo berdasar data dan informasi dari perusahaan serta Laporan Keuangan Tidak Diaudit per tanggal 30 Juni 2018 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2017. Peringkat idAAA sendiri adalah peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo serta mengindikasikan kemampuan penerbit obligasi (obligor) yang superior dalam memenuhi komitmen jangka panjangnya.

Dengan diberikannya peringkat tertinggi tersebut sekaligus menggambarkan seberapa menariknya obligasi PT Angkasa Pura I untuk para investor. “Peringkat ini juga menunjukkan bahwa risiko gagal bayar perusahaan yang sangat rendah, sehingga dapat memberikan gambaran kepada calon investor bahwa obligasi yang dikeluarkan Angkasa Pura I ini memiliki prospek yang baik sebagai instrumen investasi,” kata Direktur Keuangan PT Angkasa Pura I (Persero) Novrihandri, Kamis (9/8).

Lebih lanjut Novrihandri juga menjelaskan jika peringkat-peringkat itu sekaligus mencerminkan dukungan pemerintah yang kuat terhadap PT AP I karena peran strategis bandara, keunggulan kompetitif yang kuat dari ekonomi wilayah yang dilayani, dan marjin profitabilitas yang stabil. Akan tetapi rating tersebut dibatasi leverage keuangan yang tinggi dalam jangka pendek ke menengah.

Dana dari Obligasi dan Sukuk Ijarah tersebut didapatkan usai dikurangi biaya-biaya emisi sejak awal perolehannya, yakni 75% dipakai oleh PT AP I untuk membenahi 5 bandara yang berada di bawah pengelolaannya, antara lain Bandara Internasional Yogyakarta Baru, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sementara itu sisanya untuk investasi rutin.