Minggu, 05 Agustus 2018

Minimalisir Bahaya Kebakaran, Bandara Juanda Sosialisasi Lewat Program Mlipir Kampung

Sidoarjo – PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda hingga kini masih gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang bermukim di sekitar Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur untuk meminimalisir risiko kebakaran di lingkungan bandara. Hal ini diwujudkan lewat sosialisasi yang dilakukan oleh para personel Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) Bandara Juanda di Balai Desa Segoro Tambak dan Banjar Kemuning pada Senin (30/7) lalu.



Personel ARFF Bandara Juanda berupaya mengedukasi masyarakat di Desa Segoro Tambak dan Banjar Kemuning terkait bahaya api dan bagaimana cara mengatasinya. Kegiatan bertajuk ‘Mlipir Kampung’ tersebut termasuk terobosan tahun 2018 sesuai instruksi General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Juanda menindaklanjuti Edaran Direktur Utama Nomor: ED. 10/PG.01/2018 tentang Kesiapan Sistem Proteksi Kebakaran Gedung di Lingkungan PT Angkasa Pura I, yang meliputi peningkatan dan pelaksanaan program pencegahan kebakaran di lingkungan kerja PT Angkasa Pura I secara berkala dan berkelanjutan.

Menurut Airport Fire Fighting Section Head Isimaruni, kegiatan tersebut sangat penting karena menyangkut aspek keselamatan penerbangan. “Dalam 2 bulan terakhir, tercatat 9 kali laporan adanya asap yang mengganggu penerbang dalam proses landing, dan juga kita ketahui bahwa musim kemarau masih akan berlangsung hingga bulan Oktober nanti. Sehingga risikonya ada, oleh karena itu manajemen Bandara Juanda bermaksud mengedukasi masyarakat di sekitar bandara tentang bahaya kebakaran dan dampak yang ditimbulkannya karena jika bersama kita akan lebih kuat untuk mewujudkan keselamatan penerbangan,” ujar Isimaruni, seperti dilansir situs resmi Bandara Juanda.

Warga pun kabarnya terlihat antusias mengikuti kegiatan itu. Pasalnya selain memperoleh pembekalan secara materi, warga juga berkesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan alat lain seperti kain basah.

“Melalui simulasi semacam ini warga akan lebih peduli terhadap lingkungannya, terlebih saat ini memasuki musim kemarau sehingga gesekan sedikit di ilalang kering atau jerami kering sudah bisa menjadi pemicu kebakaran. Setidaknya dengan bekal pengetahuan yang diberikan warga dapat mengantisipasi jika hal tersebut terjadi,” ungkap Karkesra Isman Effendi.

Di sisi lain, Airnav Indonesia Cabang Surabaya juga mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang menjadi gangguan penerbangan di wilayah udara Jawa Timur, yakni frekuensi radio karaoke berkedok radio komunitas, layang-layang, dan juga asap hasil pembakaran padi di sekitar bandara. Oleh sebab itu, masyarakat terus diedukasi agar tidak melakukan hal-hal yang berpotensi membahayakan penerbangan.